Share

Bensin hingga Saldo Uang Elektronik Habis Warnai Pemudik di Tol Trans Sumatra

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 03 Juni 2019 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 03 320 2063399 bensin-hingga-saldo-uang-elektronik-habis-warnai-pemudik-di-tol-trans-sumatra-YSVo5r6U4P.jpg Jalan Tol Palembang

JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) meminta kepada seluruh pemudik yang melewati jalan tol Trans Sumatera untuk mengecek saldo kartu uang elektroniknya sebelum masuk ke tol. Pasalnya fasilitas top up yang ada di jalan tol Trans Sumatera belum banyak dan letaknya berjauhan.

Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, pengoperasian Tol Trans Sumatera untuk musim mudik lebaran ini sama dengan ketika pertama kali Tol Trans Jawa dioperasikan. Ketika itu, banyak dari pemudik yang kehabisan saldo uang elektronik mereka.

"Jadi mohon saldo itu kan pasti akan tergunakan ya kapan aja kalau nggak sekarang ya nanti," ujarnya kepada Okezone, Senin (3/6/2019).

Lagi pula lanjut Danang, saat ini batas limit maksimal dari uang elektronik sendiri sudah dinaikan menjadi Rp2 juta. Oleh karenannya tidak ada salahnya para pemudik meyimpan uang lebih di uang elektroniknya untuk membayar tol.

"Sampai hari ini kan sudah dimungkinkan utk saldo e-money sampai Rp 2 juta," ucapnya.

Danang menambahkan, memang saat ini lokasi top up baru sebatas di rest area saja. Itupun lokasi rest area satu dengan yang lainya masih sangat berjauhan.

Namun kedepannya, pihaknya akan meminta kepada pengelola yakni PT Hutama Karya (Persero) untuk meyediakan top up di Gerbang Tol. Atau bahkan jika memungkinkan, di GT pihak pengelola bisa menjual kartu elektronik juga untuk mengantisipasi ada pemudik yang tidak memiliki kartu.

"Kalau di rest area tetap disediakan yang kita juga ingin kita dorong top up di gate ya. Kan rest area di Trans Sumatera itu kan jauh-jauh juga jadi kita harapkan juga saya sudah instruksikan kepada HK untuk di gate-gate itu juga disediakan terutama di Lampung yang sudah diresikan ya dioperasionalkan dimungkinkanuntuk top up di sana di luar rest area yang disediakan," jelasnya.

Selain masalah saldo uang elektornik yang abis lanjut Danang, para pemudik juga sering kali kehabisan bensin ketika melewati tol trans Sumatera ini. Hal tersebut dikarenakan beberapa mobil masih enggan membeli Pertamax sedangkan SPBU yang tersedia di rest area hanya menyediakan Pertamax.

"Nah yang jadi isu mungkin sekarang masih BBM ya. BBM itu kan yang disediakan memang hanya Pertamax. Sedangkan banyak terutama mobil city car itu masih ingin tetap mencari premium maupun pertalite," jelasnya

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini