nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ancaman Kenaikan Tarif oleh Presiden Trump Rusak Sistem Perdagangan Global

Jum'at 07 Juni 2019 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 07 320 2064259 ancaman-kenaikan-tarif-oleh-presiden-trump-rusak-sistem-perdagangan-global-6tfkdo3NuR.jpg Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menilai peningkatan tarif impor dan langkah-langkah lain yang diambil oleh pemerintah Presiden Donald Trump merusak sistem perdagangan global. Hal ini meningkatkan pembatasan perdagangan barang dan jasa, serta menggerakkan siklus respons perdagangan pembalasan.

"Langkah-langkah tarif kemungkinan tidak akan efektif dalam mengatasi defisit perdagangan bilateral dan akan merusak AS serta ekonomi makro global," kata IMF dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri konsultasi Pasal IV tahunannya untuk meninjau ekonomi AS. Dikutip dari Antaranews, Jumat (7/6/2019).

Baca Juga: Ide Presiden Trump Kenakan Tarif untuk Meksiko Bisa Bahayakan Ekonomi Global

"Daripada memperluas hambatan tarif dan non-tarif, AS dan mitra dagangnya harus bekerja secara konstruktif untuk mengatasi distorsi dalam sistem perdagangan," kata IMF, seraya menambahkan bahwa "sangat penting" bahwa ketegangan perdagangan AS-China "cepat diselesaikan" melalui perjanjian komprehensif yang memperkuat sistem internasional.

"AS akan mendapatkan keuntungan dengan bekerja sama dengan mitra internasional untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang berdasarkan pada peraturan," kata pemberi pinjaman internasional yang berbasis di Washington itu.

Baca Juga: Trump Desak Jepang Tingkatkan Investasi di AS

Direktur pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan bahwa ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya "mewakili ancaman terhadap pandangan global" dan "menciptakan dampak negatif penting" kepada negara lain.

"Agar ekonomi global berfungsi dengan baik, ia harus dapat mengandalkan sistem perdagangan internasional berbasis aturan yang lebih terbuka, lebih stabil, dan lebih transparan," kata Lagarde. "Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, tidak ada yang memenangkan perang dagang."

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini