nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau Beli Rumah, Kenali Dulu Skema Booking Fee di Sini

Jum'at 07 Juni 2019 18:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 07 470 2064261 mau-beli-rumah-kenali-dulu-skema-booking-fee-di-sini-WJwSSqafrT.jpg Ilustrasi Rumah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dalam proses transaksi pembelian properti, khususnya untuk properti baru, seringkali pengembang mensyaratkan calon pembeli untuk memberikan booking fee atau uang tanda jadi.

Apa sebenarnya dasar penentuan booking fee, dan berapa uang yang harus dibayar? Melansir Rumah123, dijelaskan mengenai apa sebenarnya dasar penentuan booking fee, dan berapa uang yang harus dibayar?

1. Pengertian booking fee

Secara harfiah, booking fee merupakan pembayaran dalam bentuk sejumlah uang sebagai komitmen memesan unit properti tertentu. Kamus Istilah Perumahan terbitan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan (2017), menjelaskan bahwa booking fee adalah bukti keseriusan pembeli untuk membeli rumah.

Baca Juga: Penting Mana, Rumah Impian atau Rumah Sesuai Kebutuhan?

Mirip dengan booking fee, dalam praktik pemasaran properti dikenal Nomor Urut Pemesanan disingkat akronim NUP. NUP biasanya digunakan para developer untuk mengetahui keadaan pasar. Dengan NUP, developer bisa mengetahui respons pasar atas proyek yang sedang dibangun.

2. Harga yang ditetapkan untuk booking fee

Harga yang ditetapkan tiap pengembang akan berbeda-beda, mulai dari Rp500.000 untuk hunian murah, hingga mencapai Rp25 juta untuk hunian mewah. Jika pembelian terjadi, booking fee dapat mengurangi harga pembelian.

Baca Juga: Tips Atur Ruangan Rumah Menurut Feng Shui agar Rezeki Tak Seret

Namun, Jika calon pembeli batal membeli unit, biasanya uang booking fee akan dikembalikan. Tapi ada juga pengembang yang tidak mengembalikan booking fee meskipun calon pembeli batal membeli unit.

3. Booking fee belum diatur secara resmi

Namun sebenarnya, booking fee itu sendiri belum diatur secara resmi oleh pemerintah. Seperti yang dilansir papua.bisnis.com, seorang warga Indonesia yang telah lama tinggal di Hong Kong mengatakan bahwa dirinya merasa kebingungan saat akan membeli salah satu unit apartemen di Jakarta. Hal ini karena kebanyakan negara-negara di luar Indonesia yang tidak menerapkan NUP atau booking fee untuk bisa membeli properti.

4. Kelebihan dari booking fee

Bagi pengembang, NUP dan booking fee dapat memberikan banyak manfaat. Misalnya mengetahui pasar dari proyek yang sedang dibangun. Pengembang juga dapat menaikan harga dan menggunakan data unit yang terjual untuk menarik pasar yang lebih besar. Sedangkan bagi pembeli, harga properti untuk pemegang NUP akan lebih murah dibandingkan harga normal. Sebab, ada banyak promo yang ditawarkan oleh pemegang NUP.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini