JAKARTA - Pada bulan Mei 2019 di perkirakan terjadi inflasi sebesar 0,54% (month to month/mtm). Angka ini lebih tinggi dari realisasi inflasi pada April 2019 yang sebesar 0,44% mtm.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan, inflasi tersebut didorong kenaikan harga pada sejumlah komoditas di kelompok pangan, karena permintaan yang tinggi pada masa Ramadan. Selain itu, inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan tarif pesawat.
Baca Juga: Inflasi Lebaran Diprediksi 0,5%-0,6%
"Inflasi bulan Mei 2019 diperkirakan mencapai 0,54% mtm atau 3,17% yoy (year on year)," ujarnya kepada Okezone, Jakarta, Senin (10/6/2019).
Dia menyatakan, komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga yakni daging ayam, bawang putih, cabai merah dan telur ayam. Sedangkan beras dan bawang merah menjadi komoditas yang cenderung mengalami penurunan harga.
"Secara keseluruhan inflasi pangan cenderung terkendali seiring penguatan koordinasi pengendalian harga oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah," jelasnya.
Selain kelompok bahan pangan, inflasi Mei juga dipengaruhi oleh kenaikan inflasi kelompok transportasi seiring dengan kenaikan tarif pesawat. Hal ini sejalan dengan kenaikan permintaan konsumen dalam rangka mudik di Idul Fitri.
Menurutnya, inflasi akan cenderung kembali normal pada kuartal III 2019, seiring kembali normalnya harga pangan dan tarif transportasi karena usainya periode Ramadan. "Maka, inflasi hingga akhir tahun diperkirakan masih berkisar 3%-3,5% sesuai dengan target inflasi Bank Indonesia," tutupnya. (kmj)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.