Selain kerja sama operasi, kata Joni Rizal, ke depan Hotel Fitra juga berencana membangun hotel sejenis di daerah berkembang di daerah. "Kita membidik kabupaten yang berkembang pariwisatanya, jadi bukan ekspansi ke kota besar," kata Joni Rizal.
Baca Juga: Hotel Fitra Kantongi Dana IPO Rp22,44 Miliar
Hotel Fitra International kata dia, menargetkan pendapatan hingga akhir tahun ini akan meningkat 112 persen menjadi Rp17 miliar dari tahun 2018 sebesar Rp 8,07 miliar. Adapun pendapatan hingga April 2019 mencapai Rp 2,7 miliar, atau naik 30% dari periode yang sama tahun sebelumnya menyusul sejumlah penerbangan di Bandara International Kertajati. Selain Kertajati, prospek di Majalengka cukup bagus karena adanya Tol Cipali dan akses kereta api dari Jakarta-Cirebon.
Pada debut perdana di pasar modal, saham PT Hotel Fitra International Tbk dibuka langsung menyentuh batas atas (autorejection) atau naik 71 poin (69,6%) ke posisi Rp173 per saham dari harga penawaran Rp102 per saham. Pada saat IPO, pemilik Fitra Hotel Majalengka ini melepas 220 juta lembar atau 36,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sehingga, perusahaan mengantongi dana Rp22,4 miliar dari aksi tersebut. Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) yaitu PT Lotus Andalan Sekuritas.
Bersamaan dengan IPO ini, perusahaan memberikan pemanis (sweetener) dengan menerbitkan sebanyak 132 juta Waran Seri I atau setara 34,73% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor perusahaan. Waran ini diberikan cuma-cuma kepada pemegang saham perusahaan dengan rasio setiap pemegang 5 saham mendapatkan 3 waran, dengan harga pelaksanaan Rp138 per saham.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.