nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Rabu 12 Juni 2019 07:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 12 320 2065512 harga-minyak-dunia-naik-tipis-H5LhYlrbbx.jpg Kilang Minyak (Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia sedikit berubah pada akhir perdagangan 11 Juni 2019, karena investor mempertimbangkan permintaan global yang lebih lemah terhadap kemungkinan perpanjangan kesepakatan pemangkasan produksi.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli hanya menambahkan USD0,01 menjadi USD53,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus ditutup datar pada USD62,29 per barel di London ICE Futures Exchange.

Laporan menyebutkan para investor telah khawatir selama beberapa waktu bahwa perlambatan ekonomi global akan mengurangi permintaan minyak mentah, dilansir dari Antaranews, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga: Harga Minyak Naik 3% Usai OPEC Perpanjang Pengurangan Produksi

Badan Informasi Energi AS (EIA) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia 2019 sebesar 0,2 juta barel per hari (bph) menjadi 1,2 juta barel per hari dalam prospek energi jangka pendeknya yang dirilis pada Selasa (11/6/2019).

Laporan itu mengatakan pemerintah EIA mengurangi perkiraan harga minyak mentah 2019 untuk minyak Brent menjadi USD67 per barel, yang lebih rendah USD3 dari perkiraan Mei.

"Perkiraan harga 2019 yang lebih rendah sebagian besar mencerminkan penurunan harga minyak mentah global baru-baru ini, serta ketidakpastian tentang pertumbuhan permintaan minyak global," kata laporan itu.

Kilang Minyak

Sementara meredupnya prospek permintaan membebani harga minyak, harapan bahwa pengekspor minyak utama dunia dekat dengan memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi mendukung harga minyak mentah.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa pengekspor minyak non-anggota termasuk Rusia, telah menahan pasokan sejak awal tahun untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan, dan mendukung harga minyak.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini