nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Rumah Subsidi Naik Jadi Rp140 Juta Mulai Juli 2019

Rabu 12 Juni 2019 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 12 470 2065628 harga-rumah-subsidi-naik-jadi-rp140-juta-mulai-juli-2019-sAKgBxSuKD.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

SOLO - Real Estate Indonesia (REI) menyatakan mulai Juli 2019 harga rumah subsidi naik dari Rp130 juta menjadi Rp140 juta per unit. Kenaikan harga ini antara lain disebabkan oleh naiknya harga tanah.

"Selisihnya Rp10 juta, naik sekitar 7-8% dibandingkan dengan harga sebelumnya," kata Ketua REI Jateng MR Prijanto, dikutip dari Antaranews, di Solo, Rabu (12/6/2019).

Dia mengatakan kenaikan harga tersebut awalnya merupakan usulan dari REI Jateng. Menurut dia, beberapa pertimbangan kenaikan tersebut di antaranya adanya kenaikan harga tanah, kenaikan harga material bahan baku bangunan, dan kenaikan upah tenaga kerja.

"Awalnya kami mengusulkan di angka Rp142 juta untuk harga satu unit rumah. Namun setelah ada beberapa pertimbangan akhirnya kami koreksi dan pemerintah memutuskan harganya Rp140 juta per unit," katanya.

Baca Juga: Kapan Harga Baru Rumah Subsidi Keluar? Simak Jawaban Menteri PUPR

Terkait dengan kenaikan harga tanah, dikatakannya, besarannya di Jawa Tengah tidak sama. Ia mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh lokasi.

"Ada beberapa lokasi yang naiknya sekitar 20 persen, ada juga yang sama 100 persen," katanya.

Sedangkan untuk kenaikan harga material, dikatakannya, mencapai 12 persen. Beberapa material yang naik harga di antaranya besi dan semen.

Baca Juga: Pasokan Rumah Subsidi Kurang? Ini Kata Pengembang

"Kalau untuk upah tenaga kerja naiknya cukup signifikan, dulu Rp80.000 per delapan jam, sekarang naik menjadi sekitar Rp100.000-120.000 per delapan jam," katanya.

Sementara itu, Ketua REI Komisariat Soloraya Anthony Abadi Hendro mengatakan kenaikan harga tersebut cukup wajar mengingat ada kenaikan pada instrumen pendukungnya.

"Kalau dilihat dari sisi angsuran naiknya juga tidak banyak, hanya sekitar Rp50.000-60.000 per bulan. Jadi tidak memberatkan masyarakat," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini