nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontribusi Industri Pengolahan pada Ekonomi RI Sebesar 20,07%

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 11:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 13 320 2065977 kontribusi-industri-pengolahan-pada-ekonomi-ri-sebesar-20-07-QAIH35r2Cg.jpg Ilustrasi: Foto Reuters

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2019 sebesar 5,07%. Kontribusi industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi mendominasi sebesar 20,07%.

"Dari sisi investasi, kontribusi industri pengolahan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 18,5% atau senilai Rp16,1 Triliun dan 26% atau senilai USD1,9 miliar terhadap Penanaman Modal Asing (PMA)," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, di Gedung Kemenperin Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Dia menuturkan, melihat kontribusi yang cukup signifikan terhadap total investasi di Indonesia, industri manufaktur ditargetkan akan memberikan kontribusi 22,7% ke total investasi, yang saat ini jumlahnya sekitar USD134,9 miliar.

"Kita optimis sektor industri manufaktur dapat tumbuh lebih agresif pada kuartal II di tahun 2019 di banding periode sebelumnya," tuturnya.

Baca Juga: Lantik 4 Pejabat Eselon I, Menperin: Seleksinya Dilakukan Terbuka

Airlangga menjelaskan, mengacu kepada kinerja sektor industri pengolahan tersebut di atas, Indonesia semakin dekat untuk menjadi pusat manufaktur di kawasan ASEAN, untuk itu perlu upaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan didukung dengan adanya insentif yang menarik.

"Sehubungan dengan itu, saya menghimbau para pejabat Kemenperin untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik dalam rangka pendukung para pelaku industri meningkatkan produktivitas dan daya saingnya," ungkap dia.

Baca Juga: Gandeng Taiwan, Kemenperin Dorong Pengembangan Teknologi di Sektor Industri

Dia mengingatkan bahwa Kementerian Perindustrian memiliki program kerja yang akan dilakukan bersama pada tahun 2019 antara lain, menetapkan kebijakan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) yang merupakan standar acuan untuk mengukur kesiapan perusahaan dalam bertransformasi ke era industri 4.0.

"Penyiapan SDM Industri dan Fasilitas industri melalui program vokasi industri yang link dan match antara SMK dengan industri dan pelatihan E-Smart IKM.

Mengampanyekan Making Indonesia 4.0 ke seluruh dunia dengan menggandeng Hannover Messe selaku partner country sebagai platform strategis. Menyusun rancangan Peraturan Presiden tentang peta jalan Making Indonesia 4.0 dan juga regulasi terkait super deduction tax," pungkas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini