nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kumpulkan Driver, Kemenhub Segera Berlakukan Aturan Ojol

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 17:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 13 320 2066143 kumpulkan-driver-kemenhub-segera-berlakukan-aturan-ojol-x8sDsgkSFb.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengumpulkan para driver ojek online pada sore hari ini. Dikumpulkannya para driver oleh Kementerian Perhubungan bertujuan untuk halal bihalal dan bersilaturahmi dengan para driver ojol.

Selain itu, dikumpulkannya para driver ojol juga bertujuan untuk mensosialisasikan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Rencanannya aturan ini sendiri akan diberlakukan dalam waktu dekat.

“Kita akan memberlakukan PM 12, semuanya siap kita berlakukan Permen 12,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis, (13/6/2019).

 Baca Juga: Aturan Baru Taksi Online Mulai Berlaku 18 Juni

Budi menambahkan, dirinya akan segera melaporkan kepada Menteri Perhubugan Budi Karya Sumadi. Mengingat baik dari aplikator (Gojek maupun Grab) serta driver sudah menyetujui hal tersebut.

“Nanti kita laporkan kepada pak Menteri Perhubungan,” ucapnya.

Sebagai informasi, dalam PM 12 tahun 2019 mengatur masalah keselamatan seperti kewajiban memakai helm memiliki sim hingga memakai sepatu. Selain itu, aturan ini juga menwgayur masalah tarif baru dari ojek online.

Aturan itu sendiri tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan 2019. PM 12 Tahun 2019 sudah diundangkan pada 11 Maret 2019.

Dalam aturan tersebut tarifnya dibagi kepada tiga zonasi. Zona pertama adalah meliputi Sumatera Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Bali, sementara zona kedua meliputi Jabodetabek, dan zona ketiga adalah meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku dan Papua.

 Baca Juga: Kemenhub Batal Atur Larangan Diskon Transportasi Online

Adapun tarifnya adalah untuk Zona 1 dikisaran Rp1.850 hingga Rp2.300 per km nett untuk pengemudian. Sementara biaya jasa minimal yang diterima pengemudi adalah Rp7.000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Sementara untuk zona kedua adalah tarif yang didapatkan oleh pengemudi yakni Rp2.000 hingga Rp25.00 per km. Adapun biaya jasa minimalnya yakni Rp8.000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Lalu terakhir zona ketiga adalah Rp2.200 hingga Rp2.600 per km. Adapun biaya jasa minimalnya adalah Rp7.000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Seperti diketahui, Kemenhub sendiri memberlakukan batas jarak minimal sepanjang 4 km. Artinya jika penumpang menempuh jarak tempuh di bawah 4 km akan dikenakan tarif minimal.

Budi menambahkan, tarif ini merupakan yang diterima driver dan belum termasuk biaya jasa. Artinya, nantinya pihak aplikator diperbolehkan untuk menarik biaya tambahan maksimal 20%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini