nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pekan Depan Tarif Baru Ojek Online Berlaku di Seluruh Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 18:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 13 320 2066173 pekan-depan-tarif-baru-ojek-online-berlaku-di-seluruh-indonesia-O52fwvPv2v.jpg Ojek Online (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan segera memberlakukan aturan untuk ojek online yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Aturan berlaku paling lambat pekan depan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubung Budi Setyadi mengatakan, aturan ojol ini segera diberlakukan untuk mengatur aktivitas para driver. Selama ini aturan mengenai transportasi online baru hanya sebatas taksi saja dan belum menyentuh roda dua.

“Saya kira paling lambat minggu depan (PM12 diberlakukan),” ujarnya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Kumpulkan Driver, Kemenhub Segera Berlakukan Aturan Ojol

Pemberlakuan tarif baru ojek online serentak di seluruh Indonesia. Semula tarif baru ojek online hanya akan dilakukan di lima daerah saja.

“Ini langsung seluruh daerah di Indonesia,” ucapnya.

Budi menambahkan, dirinya akan segera melaporkan kepada Menteri Perhubugan Budi Karya Sumadi. Mengingat baik dari aplikator (Gojek maupun Grab) serta Driver sudah menyetujui hal tersebut.

“Saya akan lapor sama Pak Menteri, karena memang hari ini saya silaturahmi, saya ketemu dengan para pengemudi. Masalah pendapatnya, kemudian pm 12, semua mendukung untuk diberlakukan,” jelasnya.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019Apalagi, lanjut Budi, pihaknya sudah melakukan uji coba selama kurang lebih tiga bulan. Dari hasil uji coba, seluruh driver dan penumpang meminta agar aturan segera diberlakukan.

“Dan kemudian setelah kemarin kita juga melakukan survei untuk bagaimana persepsi pengemudinya bagaimana tingkat kepatuhan para aplikator nya, termasuk persepsi pasar, kita sudah dapatkan masukan,” jelasnya.

Khusus mengenai tarif, Kemenhub akan evaluasi setiap tiga bulan. Evaluasi dilakukan dengan menerima masukan dari para driver dan asosiasi.

“Sementara di dalam peraturan 348 itu tiga bulan bisa kita lakukan evaluasi,” ucapnya.

Baca Juga: Aturan Baru Taksi Online Mulai Berlaku 18 Juni

Dalam aturan tersebut tarifnya dibagi kepada tiga zonasi. Zona pertama meliputi Sumatera Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Bali, sementara zona kedua meliputi Jabodetabek, dan zona ketiga adalah meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku dan Papua.

Adapun tarifnya adalah untuk Zona 1 dikisaran Rp1850 hingga Rp2300 per km nett untuk pengemudian. Sementara biaya jasa minimal yang diterima pengemudi adalah Rp7000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Sementara untuk zona kedua adalah tarif yang didapatkan oleh pengemudi yakni Rp2000 hingga Rp2500 per km. Adapun biaya jasa minimalnya yakni Rp8000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Lalu terakhir zona ketiga adalah Rp2200 hingga Rp2600 per km. Adapun biaya jasa minimalnya adalah Rp7000 hingga Rp10000 per 4 km.

Seperti diketahui, Kemenhub sendiri memberlakukan batas jarak minimal sepanjang 4km. Artinya jika penumpang menempuh jarak tempuh dibawah 4 km akan dikenakan tarif minimal.

Tarif ini merupakan yang diterima driver dan belum termasuk biaya jasa. Artinya, nantinya pihak aplikator diperbolehkan untuk menarik buaya tambahan maksimal 20%.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini