nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Macet Panjang saat Arus Balik, Menhub "Salahkan" Waktu Cuti Lebaran

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 11:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 14 320 2066381 macet-panjang-saat-arus-balik-menhub-salahkan-waktu-cuti-lebaran-KpnKjYQMBB.jpg Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Okezone)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan catatan penting untuk penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Adanya penumpukan kendaraan di jalan tol Jakarta-Cikampek saat arus balik Lebaran menjadi catatannya.

Sebagai gambaran, saat puncak arus balik lLebaran pada Sabtu dan Minggu , terjadi penumpukan di Gerbang Tol Cikampek dari arah Jawa menuju Jakarta. Padahal pada saat itu juga Kepolisian sudah memberlakukan sistem satu arah.

“Saat arus balik ada kekurangan yang harus kita evaluasi tercatat di Cikampek,” ujarnya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Baca Juga: Sistem Satu Arah Jadi Andalan Mudik Lebaran Tahun Ini

Menurut Budi, terjadinya penumpukan kendaraan pada arus balik dikarenakan masyarakat yang kembali ke Jakarta bersamaan. Mengingat pada tanggal 10 Juni atau pada Senin, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah harus kembali bekerja.

Oleh karena itu, ke depannya, dirinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar libur Lebaran bisa lebih seimbang. Sebab pada tahun ini, libur sebelum Lebaran jauh lebih panjang dibandinkan H+ lebaran.

Cukup dimaklumi mengingat Hari H lebaran berada di pertengahan Minggu. Sehingga waktu silaturahmi masyarakat lebih singkat dibandingkan tahu sebelumnya.

"Oleh karenanya ke depan memang masih banyak tugas yang harus dikoordinasikan dengan baik dan kita harus mengatur waktu cuti yang sangat panjang antara mudik dan balik," kata Budi.

Baca Juga: Tutup Posko Mudik, Menhub: Maaf Apabila Belum Maksimal

Meskipun begitu secara keseluruhan mudik lebaran tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka pemudik kendaraan roda empat naik hingga 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah pemudik motor mengalami penurunan hingga 12% dibandingkan tahun lalu.

Kemenhub juga mencatat terjadi penurunan angka kecelakaan. Penurunan mencapai 71%, dari semula 1.942 pada 2018 menjadi 560 kecelakaan.

“Kalau kita lihat dari yang terjadi saya menyampaikan secara kualitatif satu hal paling penting bagi Kementerian Perhubungan adalah satu analisis terhadap safety dan invorment. Karena Alhamdulillah safety ada penurunan signifikan berkaitan kecelakaan yang turun lebih dari 70%,” jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini