nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpan RB Tantang Pengusaha Bugis Kembangkan Potensi Wisata di Makassar

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 18:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 16 320 2067103 menpan-rb-tantang-pengusaha-bugis-kembangkan-potensi-wisata-di-makassar-IhkOCiUVMm.jpg Foto: Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (Kemenpan RB)

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menghadiri pertemuan para pengusaha yang tergabung dalam Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XIX 2019 di Makassar Sulawesi Selatan, hari ini.

Dalam sambutannya, Syafruddin mengatakan, dalam era globalisasi saat ini banyak negara yang berkompetisi mengembangkan destinasi wisata yang dipadukan dengan teknologi. Peluang tersebut bisa dilakukan oleh masyarakat, pelaku usaha hingga pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Sulawesi Selatan dengan memadukan antara kearifan lokal dan kemajuan teknologi.

"Arab Saudi kini tidak lagi mengandalkan minyak sebagai pendapatan utama, mereka telah merintis megaproyek neom sebagai kota masa depan dan wisata sebagai sumber utama devisanya. Begitu pula dengan China yang telah memanfaatkan teknologi untuk pengembangan destinasi wisata. Jadi mari membangun Sulawesi Selatan dengan segala potensi pariwisatanya sebagai leading sector pembangunan," ungkap Syafruddin, dalam keterangannya, Minggu (16/6/2019).

Dirinya menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke Abu Dhabi dan mengunjungi Masjid King Zayed, sebuah destinasi wisata religi di mana para wisatawan yang datang dari berbagai negara dengan latar belakang berbagai agama dapat menikmati keindahan seni arsitektur secara bersama. Dia yakin Indonesia juga dapat mengembangkan potensi wisata religi.

Baca Juga: Menteri Basuki Percantik Kepulauan Seribu dengan Penataan Kawasan

"Saya mendapat tawaran dari Nasir Al Zahrani, seorang General Supervisor pendiri Museum Assalamu Alaika Ya Rasulullah, saat bertemu di Mekkah untuk mendirikan Museum Assalamu Alaika Ya Rasulullah di Indonesia yang nantinya dapat menjadi destinasi wisata religi unggulan," ucap Syafruddin.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia maka pelaksanaan reformasi birokrasi secara struktural harus benar-benar dijalankan. Kelembagaan dan perizinan baik di pusat maupun daerah harus diperbaiki.

"Semakin simpel dan sederhana agar mempermudah para pengusaha melakukan pengurusan izin usaha," tegas mantan Wakapolri ini.

Pertemuan pengusaha yang tergabung dalam Saudaggar Bugis Makassar

Sebab pelaksanaan reformasi birokrasi merupakan tanggungjawab bersama sebagai bentuk soliditas bangsa dalam menjalankan pemerintahan yang semakin profesional. Karena banyak negara di dunia yang terjebak dalam negara dengan pendapatan menengah karena tidak memiliki program pengembangan SDM untuk mengelola potensi pariwisatanya.

Terjebak dalam berbagai persoalan budaya, birokrasi pemerintahan, perizinan usaha dan infrastruktur. Terkait hal tersebut Menteri Syafruddin meminta para Saudagar Bugis Makassar mengembangkan jiwa entrepreneuship dengan memadukan kemajuan teknologi dan kearifan lokal untuk memenangkan kompetisi global.

"Tantangan bagi para Saudagar Bugis Makassar adalah mengembangkan jiwa entrepreneruship yang bertumpu pada ilmu pengetahuan dengan keunggulan kreatifitas dan inovasi sehingga mampu mengembangkan ekonomi lokal dan internasional serta memenangkan kompetisi global," ujarnya.

Baca Juga: Menpar: 2020, Ekonomi Indonesia Bergantung pada Pariwisata Bukan Migas

Syafruddin yakin para Saudagar Bugis dan Makassar mampu mengatasi tantangan dan perubahan zaman yang sedang terjadi saat ini serta memenangkan setiap persaingan yang ada. Sebab para Saudagar Bugis Makassar telah dikenal lama tangguh dalam mengahadapi setiap tantangan dengan memegang teguh dan menjunjung tinggi nilai kearifan lokal.

" Kita harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Sipakatau Sipaka Lebbi (saling menghargai dan saling menghormati) dan berpegang teguh pada prinsip Mali Siparappe-Rebba Sipatokkong Malilu Sipakainge (hanyut saling menolong, jatuh saling menegakkan, khilaf saling mengingatkan," tegas Syafruddin.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini