nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DKI Anggarkan Rp75 Miliar untuk Tata Trotoar di Jakpus

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 10:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 17 470 2067253 dki-anggarkan-rp75-miliar-untuk-tata-trotoar-di-jakpus-rvH4RRmcNr.jpg Foto: Koran Sindo

JAKARTA - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp75 miliar untuk merevitalisasi sejumlah trotoar di wilayah Jakarta Pusat. Penataan jalur pedestrian ini untuk memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki terutama disabilitas.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, anggaran itu nantinya disiapkan untuk menata lima titik jalan sepanjang 10 kilometer. Beberapa lokasi yang menjadi pembenahan yakni Jalan Cikini Raya, Pegangsaan Timur, Kramat, Senen, dan Salemba. ”Nantinya akan dilengkapi line crossing untuk disabilitas, jadi akan ramah tak hanya untuk pejalan kaki tapi kaum disabilitas,” kata Hari kemarin. Hari mengatakan, sebelumnya trotoar di lima titik itu memiliki lebar sekitar 1,5-3 meter dengan kondisi rusak dan bergelombang. Setelah diperbaiki, lebar akan menjadi 4-7 meter.

Baca Juga: JIRE, Upaya Terkini Pengurangan Emisi di Indonesia

Dengan begitu, nantinya trotoar akan sangat ramah untuk penyandang disabilitas dan memberikan keleluasaan bagi pejalan kaki yang melintas di kawasan itu. Selain memperbaiki trotoar, ada beberapa fasilitas tambahan yang akan dibuat untuk memberikan kenyamanan pejalan kaki. Hari menargetkan trotoar akan selesai dibangun hingga tiga bulan mendatang. ”Penataannya secara complete street, jadi tidak melulu ada garis line disabilitas. Bakal ada manhole untuk menata jaringan utilitas. Ada kursi, wayfinding, dan pohon biar teduh,” paparnya. Di sisi lain, pembangunan dan revitalisasi trotoar sepanjang 800 meter di Jalan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, membuat jalanan itu menyempit.

Kemacetan mulai terlihat di kawasan itu saat sore dan menjelang malam. Hal ini disebabkan jalan yang sebelumnya bisa dilintasi dua mobil, kini hanya bisa dilalui satu kendaraan. Hal ini lantaran hampir sebagian jalan terkena revitalisasi trotoar, sedangkan di sisi kiri yang semestinya bisa dilalui satu kendaraan mulai digunakan untuk parkir kendaraan. Imbas dari penyempitan itu membuat kemacetan mulai terlihat. Arus kendaraan menjadi tersendat karena sejumlah mobil berebut jalan. Belum lagi jika ada mobil yang keluar dari parkir, beberapa kendaraan terpaksa harus terhenti menunggu kendaraan yang keluar parkir masuk ke jalur.

Baca Juga: Kota Ini Melarang Warganya Gunakan Mobil Tua

”Sekarang ini masih mending, coba kalau sore atau malam. Kendaraan makin padat dan bikin macet,” ucap Toto, 38, juru parkir di kawasan itu, kemarin. Saat KORAN SINDO menyambangi kawasan tersebut, sejumlah pekerja melakukan pembenahan trotoar. Menggunakan seragam oranye dan helm kuning, mereka tampak mengebor jalan beraspal yang ditandai dengan cat putih sebagai pembatas. Akses jalan kemudian dibatasi dengan seng kuning hitam dan pembatas dari bambu maupun pot beton yang dicat garis kuning agar terlihat oleh pengendara. Adanya pembenahan di kawasan itu membuat pengendara terpaksa harus melambatkan laju kendaraannya.

”Soalnya jalan sempit, jadi enggak bisa ngebut,” kata Firman, 25, pengendara yang ditemui depan Hotel Ibis, Cikini. Menurut dia, saat ini melintas dari kawasan Menteng Huis hingga Hotel Mega Cikini sepanjang 800 meter menggunakan sepeda motor membutuhkan waktu sekitar lima menit dengan kecepatan rata-rata 20-30 kilometer per jam. Padahal sebelumnya, untuk melintas di kawasan tersebut hanya membutuhkan waktu 1- 2 menit dengan kecepatan 50- 60 kilometer per jam.

(Yan Yusuf)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini