nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang AS-China Bikin Investasi Asing Masuk ke RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 13:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 320 2067801 perang-dagang-as-china-bikin-investasi-asing-masuk-ke-ri-f6yF0oCpzf.jpg Kepala BKPM Thomas Lembong (Foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan bahwa perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China akan berdampak positif pada masuknya investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia.

"Menurut saya justru positif. Karena memang semakin jelas bahwa dengan perang dagang AS dengan China banyak sekali industri mau merelokasi pabriknya dari China ke kawasan lain salah satunya Indonesia," ujar dia di Gedung BKPM Jakarta, Selasa (18/6/2019).

 Baca Juga: Kepala BKPM Pastikan Investasi Tumbuh Pasca-Pemilu

Dia menjelaskan saat ini investor sadar harus merelokasi pabrik-pabriknya, seperti halnya Sharp dan LG.

"Kalau tiba-tiba negara itu dipilih oleh Presiden AS Donald Trump untuk diajak berantem. Kan sebuah risiko yang harus ditanggapi harus direspons memang yang lagi trending di dunia investasi di kalangan investor adalah diversifikasi lokasi-lokasi pabriknya," tutur dia.

Maka itu, lanjut dia jangan punya konsentrasi yang berlebihan di satu negara atau di satu kawasan. Selain itu, negara lain yang punya masalah dan tantangan, apakah dengan stabilitas politik maupun stabilitas makro ekonomi.

"Jadi sementara kita kan tidak ada blunder yang signifikan. Volatilitas dan flukuatif yang berlebihan. Kita stabil rasional pelan-pelan reformis dan di dunia yang penuh dengan ketidakpastian dari waktu ke waktu banyak kekacauan," kata dia.

 Baca Juga: Kepala BKPM Ajak Investor Tingkatkan Ekonomi Indonesia

Namun, tutur dia, untuk penanaman modal asing (PMA), dampak dari perang dagang saat ini dapat dirasakan melaui pasar uang dan pasar modal. Dengan mengetatnya likuiditas dolar dengan mengetatnya kondisi likuiditas di pasar.

"Karena investor cenderung menarik dananya dan diparkir ke dalam pasarnya ke dalam aset aman yang namanya save haven. Seperti obligasi AS dolar, sehingga dolar menjadi mahal dan menjadi langka. Jadi sementara ini dampak utama kepada sektor investasi dari perang dagang mungkin melalui dampak negatif dari kondisi pasar uang dan likuiditas di keuangan dan peruangan regional dan tentunya nasional," pungkas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini