nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sad Tak Ada yang Order Pesawat Boeing di Paris Air Show

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 18:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 320 2067867 sad-tak-ada-yang-order-pesawat-boeing-di-paris-air-show-L4iNOpBxBd.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Boeing menjadi salah satu peserta dalam Paris Air Show. Pada hari pertama pertunjukan, Boeing mengumumkan tidak adanya satu pun pesawatnya.

Melansir CNBC, Selasa (18/6/2019), Boeing sudah memprediksi adanya penurunan pesanan dalam acara Paris Air Show. Nasib Boeing berbeda dengan saingannya, Airbus yang mencatat pesanan dan opsi untuk 123 pesawat.

CEO Boeing Dennis Muilenburg, mengakui kepada CNBC bahwa pertunjukan udara ini bukan tentang pesanan, melainkan sebagai kesempatan bagi perusahaannya meyakinkan pelanggan bahwa Boeing membuat kemajuan dengan mengudarakan kejayaan 737 Max.

Baca Juga: Boeing Bakal Ganti Nama 737 Max?

"Kami akan mendapatkannya kembali di udara ketika aman - itu adalah hal yang paling penting di sini," kata Muilenburg.

Boeing engumumkan divisi leasing pesawat General Electric, GECAS, akan mengubah pesanan sebelumnya dari 10 pesawat 737-900 menjadi model kapal barang.

Sebagai perbandingan, Airbus terbang ke Paris berharap untuk mengambil sebagian besar pesanan pesawat baru dengan memperkenalkan pesawat berbadan sempit baru, A321XLR. Itu terjadi Senin pagi pagi ketika Air Lease Corporation, menyewakan ratusan pesawat ke maskapai penerbangan di seluruh dunia, memesan USD11 miliar untuk 100 pesawat Airbus, termasuk 27 XLR.

CEO Air Lease John Plueger mengatakan XLR akan menjadi blockbuster ketika pengiriman pertama dimulai pada tahun 2023.

Baca Juga: Pesawat Boeing 737 Max Akan Terbang Kembali

"Menurut kami, ini adalah penggantian 757 yang sebenarnya, tetapi berdasarkan bahan bakar yang jauh lebih efisien," katanya.

CEO Airbus Guillaume Faury yakin versi peregangan A321LR akan disertifikasi dengan empat tahun ke depan. "Kami pikir ada permintaan kuat untuk pesawat," katanya setelah meluncurkan pesawat.

Keseluruhan pesanan pada pertunjukan udara tahun ini diharapkan menjadi yang terendah sejak 2016.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini