nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sampah di Sungai dan Laut Jadi Masalah Bertahun-tahun, Apa Solusinya?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 11:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 20 320 2068642 sampah-di-sungai-dan-laut-jadi-masalah-bertahun-tahun-apa-solusinya-qlPIu0eOI2.jpg Foto: Sampah plastik (Okezone)

JAKARTA – Menteri Siti Nurbaya mengungkapkan, data tahun 2018 menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Bali sebanyak 6.127.437 orang. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata nasional, permasalahan sampah di Bali menjadi sangat penting.

“Sampah plastik yang memenuhi sungai dan lautan telah menyebabkan masalah selama bertahun-tahun, seperti menyumbat saluran air, meningkatnya risiko banjir dan permasalahan lingkungan yang sangat serius. Terkait dengan hal itu, Pemerintah Kota Denpasar di situ serius dalam kebijakan dan strategi pengelolaan sampah serta penanganannya,” papar Menteri Siti dalam keterangannya, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Ditinggal Mudik Warga, Volume Sampah di Ibu Kota Menurun

Lebih lanjut dikemukakan Menteri Siti, dalam rangka mendukung target pencapaian kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan mengingat dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari permasalahan sampah terutama sampah plastik, maka telah dibuat beberapa terobosan atau inovasi, di antaranya adalah penetapan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang telah diapresiasi oleh Presiden RI H. Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja di Kawasan pasar Badung dan taman Kumbasari Tukad Badung.

Dalam spirit penanganan sampah laut yang dibawa oleh Presiden Jokowi pada KTT ASEAN di Bangkok hari ini 20 Juni, langkah nyata dari Indonesia juga terus berkembang. Di Bali Mentei Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK ) Siti Nurbaya Direktur didampingi Dirjen Pencemaran Kementerian LHK, Karliansyah dan para peserta Pertemuan ke-IV antar Negara dalam koordinasi kelautan Negara-Negara Asia Timur (COB-SEA) meresmikan Ecoparian Sungai Badung, Denpasar, Bali. Langkah nyata seperti ini terus dilaksanakan oleh daerah-daerah di Indonesia.

Baca juga: Libur Lebaran, Volume Sampah di Sukoharjo Meningkat

Sebelumnya, Pemerintah Kota Denpasar juga telah berupaya melakukan berbagai aksi nyata berupa sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik dengan sosialisasi melalui media cetak, elektronik, social media, maupun sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, dimulai sejak Juni 2018.

Setelah Peraturan Walikota Denpasar tersebut resmi diberlakukan tanggal 1 Januari 2018, diketahui telah terjadi penurunan penggunaan kantong plastik pada toko modern, pusat perbelanjaan, pasar tradisional dan usaha lainnya di Kota Denpasar. Pada pasar tradisional penurunan mencapai 54,26% . Untuk usaha kegiatan lainnya mencapai 86,27% dan bahkan mencapai 99,16% untuk toko modern dan pusat perbelanjaan.

Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan

Untuk meningkatkan minat masyarakat dalam memilah dan menabung sampah di bank sampah, Pemerintah Kota Denpasar telah membangun aplikasi pelayanan bank sampah berbasis web dan mobile  berupa Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan (SIDARLING).
Dari 128 bank sampah,  54 diantaranya sudah tergabung dalam aplikasi sidarling dengan jumlah nasabah mencapai 5.111 nasabah.   Aplikasi tersebut juga menyediakan penghargaan (reward) bagi nasabah yang sudah mencapai point pengumpulan tertentu. Pemberian reward didasarkan pada jumlah point yang dimiliki oleh anggota yaitu: 

Silver, untuk pengumpulan point 0-24, dengan layanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis
Gold, untuk mengumpulan point 25-75 dengan layanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis, discount belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK,KTP, Perizinan, BPD, Pembayaran air/listrik), pelayanan rumah sakit dan puskesmas.

Platinum, untuk mengumpulan point 75 keatas dengan pelayanan  yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis, discount belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK,KTP,Perizinan,BPD,Pembayaran air/listrik), pelayanan rumah sakit dan puskesmas, serta beasiswa bagi siswa sekolah.
Melalui pelaksanaan sistem ini dan beberapa upaya serta inovasi tersebut diharapkan semakin banyak komponen masyrakat yang secara aktif turut menjalan kelestarian lingkungan demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari demi keberlanjutan generasi sekarang dan yang akan datang.

Atas keberhasilan pelaksanaan SIDARLING tersebut, Menteri Siti Nurbaya memberikan apresiasi yang disampaikan langsung pada acara coffee morning di bantaran Tukad Badung bersama delegasi Inter Goverment Meeting COBSEA 9 Negara Asia Pasific dan Walikota Denpasar.
Dtegaskan Menteri Siti bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan segera mengkaji umtuk mempertimbangkan serta mendorong agar system seperti ini terus meluas dan dapat menjadi acuan secara nasional. KLHK akan mencheck berbagai inovasi yang serupa dari daerah-daerah, serta Negara membahasnya untuk pengembanagn instrument seperti SIDARLING ini menjadi format nasional.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini