Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investasi Belum Optimal, Ekonomi Kuartal II Diperkirakan Tumbuh 5,15%

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 24 Juni 2019 |09:40 WIB
Investasi Belum Optimal, Ekonomi Kuartal II Diperkirakan Tumbuh 5,15%
Ilustrasi Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 hanya berkisar antara 5,05-5,15%. Hal ini karena investasi sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masih belum tumbuh optimal.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan, pada kuartal II/2019 pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi masyarakat selama puasa dan Lebaran.

Selain itu, adanya pemilu juga turut mendorong konsumsi Lembaga Nonprofit Rumah Tangga (LNPRT) pada kuartal II/2019. “Namun, pada saat yang sama kami juga melihat kemungkinan investasi agak melambat karena investor cenderung melakukan wait and see.

Jadi, mereka masih menunggu hasil pemilu yang baru selesai pada April. Kita harapkan ada kenaikan investasi pada bulan Juni,” ujarnya di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal II-2019 Diperkirakan Hanya Tumbuh 5,15%

Meski pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 diperkirakan lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,07%, namun secara year-onyear (yoy) pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 tidak setinggi periode sama tahun 2018 yang mampu tumbuh 5,27%.

“Kami prediksi lebih rendah dari tahun lalu,” ungkapnya. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 akan melandai akibat penurunan kinerja ekspor.

Eskalasi ketegangan perdagangan global yang meningkat telah berdampak pada penyusutan kinerja ekspor akibat terbatasnya permintaan dunia dan turunnya harga komoditas.

Baca Juga: Menko Darmin Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2% di Kuartal II-2019

Meski begitu, harga sejumlah komoditas, seperti kimia, besi dan baja, batu bara, serta minyak nabati masih relatif baik. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi APBN sampai akhir Mei 2019 masih menunjukkan kondisi terkendali dan kinerja yang baik.

Penerimaan negara tumbuh 6,2%, lebih baik dibandingkan pertumbuhan hingga bulan April sebesar 0,5%. Pertumbuhan penerimaan perpajakan sebesar 5,7%, lebih baik dibanding pertumbuhan hingga bulan April sebesar 4,7%.

Pertumbuhan PNBP sebesar 8,6%, membaik dibanding posisi hingga bulan April yang tumbuh negatif 14,8%. Penyerapan belanja negara tumbuh 9,8%, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 7,9% dan lebih baik juga dibandingkan pertumbuhan hingga April sebesar 8,4%.

Realisasi defisit APBN sebesar 0,79% terhadap PDB dan keseimbangan primer mencapai sebesar negatif Rp0,4 triliun. “Dengan demikian posisi utang masih pada level aman di 29,72% dari PDB. Kita harap pada kuartal III dan IV momen-tumnya terjaga dan lebih baik,” katanya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement