JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) mendapatkan rating AA surat utang yang diterbitkan perseroan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Hal tersebut didorong oleh melesatnya pertumbuhan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) PT Jasa Marga(Persero) Tbk (JSMR) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi di kuartal I/2019.
Dikutip dari Harian Neraca, Senin (24/6/2019), Ebitda Jasa Marga di Kuartal I-2019 adalah sebesar Rp1,81 triliun, tumbuh sebesar 14,5% atau sekitar Rp229,58 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Corporate Secretary Jasa Marga, M. Agus Setiawan di Jakarta, kemarin menyampaikan, Pefindo memberikan rating idAA (double A) dengan outlook stabil terhadap perseroan. Rating ini berlaku untuk periode 14 Juni 2019 sampai dengan 1 Juli 2020. Selain itu, Pefindo menetapkan rating idAA untuk dua surat utang JSMR. Pertama, Obligasi XIV Seri JM-10 Tahun 2010, yang berlaku untuk periode 14 Juni 2019 sampai dengan 1 Juni 2020.
Kedua, Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri T Tahun 2014, yang berlaku untuk periode 14 Juni 2019 sampai dengan 19 September 2019. JSMR merupakan salah satu BUMN yang gencar mencari alternatif pendanaan, termasuk obligasi. Sebelumnya, Agus mengatakan perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp27 triliun pada 2019.
Manajemen JSMR memproyeksikan akan mengoperasikan empat jalan tol baru dan menambah konsesi sekitar 250 kilometer (km) tahun ini. Pada 2018, total konsesi yang dimiliki JSMR sepanjang 1.527 km. Panjang ruas yang telah dioperasikan 1.000 km tahun lalu. Asal tahu saja, untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan tetap solid dan untuk memperkuat struktur permodalan, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.