Share

Di KTT ASEAN, RI Tingkatkan Hubungan Dagang dengan Filipina

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 24 320 2070034 di-ktt-asean-ri-tingkatkan-hubungan-dagang-dengan-filipina-ANcJLDBMDU.jpg Foto: Pertemuan KKT ke-34 ASEAN (Koran Sindo)

BANGKOK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina Rodrigo R Duterte di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-34 ASEAN. Indonesia ingin hubungan dagang dan investasi dengan Filipina terus meningkat.

Dalam pertemuan bilateral tersebut berbagai isu dibahas oleh kedua kepala negara. Salah satunya peningkatan hubungan dagang antara Indonesia dan Filipina.

Presiden Jokowi menyampaikan rencana kalangan swasta Indonesia untuk meningkatkan perdagangan dan investasi di Filipina. “Saya juga ingin mengharapkan bantuan Yang Mulia untuk bisa memberikan pengecualian terhadap produk instan kopi dan keramik Indonesia dari price based special safeguard ,” katanya.

KTT ke-34 ASEAN digelar di Valaya Alongkorn Drawing Room, Hotel Athenee, Bangkok, Thailand. Jokowi juga mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Pemerintah Filipina dalam pembebasan sandera Indonesia.

Baca Juga: Perang Dagang AS-China Bisa Ganggu Kesejahteraan Negara ASEAN

“Saya yakin, Yang Mulia sepakat, kita terus akan meningkatkan kerja sama keamanan termasuk di Laut Sulu dan sekitarnya,” ucapnya.

Kedua kepala negara itu juga membicarakan tuntasnya ratifikasi Perjanjian Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia-Filipina. “Saya menyambut baik selesainya proses ratifikasi Perjanjian batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia-Filipina,” kata Jokowi.

Rencananya pertukaran instrumen ratifikasi akan dilakukan oleh kedua menteri luar negeri di Jakarta pada Agustus 2019 mendatang. Ratifikasi ini akan memberikan kepastian hukum bagi penegakan hukum dan peningkatan kerja sama di bidang maritim.

“Saya mengusulkan kiranya kita dapat menugaskan tim kita untuk segera memulai negosiasi Landas Kontinen,” katanya.

Baca Juga: KTT ASEAN, Jokowi Ingatkan Dampak Perang Dagang

Jokowi juga sempat menyampaikan apresiasi atas dukungan Filipina terkait kerja sama Indo-Pasifik. “Saya sangat menghargai dukungan dan kontribusi Filipina terhadap pengembangan ASEAN Outlook on Indo-Pacific Cooperation,” tuturnya.

Outlook atau pandangan ASEAN mengenai Indo-Pacific yang merupakan usulan Indonesia dilaporkan diadopsi KTT ASEAN.

“Outlook ini mencerminkan sentralitas dan kekuatan ASEAN dalam menghormati prinsip-prinsip menjaga perdamaian, memperkuat budaya dialog, serta memperkokoh kerja sama,” kata Jokowi.

Dia menyampaikan apresiasi terhadap semua negara ASEAN yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan Outlook tersebut. Outlook ASEAN mengenai Indo-Pacific menjadi lebih penting artinya di tengah perkembangan dunia saat ini.

“Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China belum membaik,” kata Jokowi, karena dikhawatirkan perang dagang tersebut akan menjadi “multifront war”.

Jokowi mengatakan, ASEAN harus kuat, ASEAN harus bersatu, dan ASEAN harus mampu menjadi motor perdamaian serta stabilitas Asia Tenggara.

Selain isu, Indo-Pacific dalam pertemuan Pleno KTT ASEAN, Jokowi juga mengajak penegasan komitmen ASEAN bagi penyelesaian perundingan Regional Eco-nomic Partnership Agreement (RCEP).

Jokowi menambahkan, gedung baru kantor Sekretariat ASEAN telah selesai dibangun dan siap diresmikan pada 8 Agustus 2019, bertepatan dengan ulang tahun ASEAN ke-52. KTT ke-34 ASEAN dibuka pada Sabtu (22/6) di Valaya Alongkorn Drawing Room, Hotel Athenee, Bangkok, Thailand.

“Saya menyambut Anda sekalian di Kerajaan Thailand, tempat lahirnya ASEAN,” kata PM Thailand Prayut Chan-cha. Para pemimpin negara ASEAN dan hadirin kemudian disuguhi dengan penampilan budaya berjudul “Vivid ASEAN”.

Setelah itu, para pemimpin negara ASEAN kemudian diundang ke atas panggung untuk peluncuran ASEAN Satellite Warehouse in Chainat Province under The Disaster Emergency Logistics System for ASEAN.

Secara simbolis para pemimpin negara ASEAN mengarahkan laser ke bola kristal secara bersama-sama. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama para pemimpin negara-negara ASEAN. Kesepuluh pemimpin negara ASEAN tampak menyilangkan kedua tangan dan bergandengan tangan dalam sesi foto tersebut.

Setelah menghadiri upacara pembukaan, berturut-turut Presiden Jokowi menghadiri ASEAN Leadersí Retreat, memimpin KTT ke-12 Indonesia- Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Summit, dan menghadiri pertemuan Brunei-Indonesia-Malaysia- Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Sum mit yang ke-13.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini