JAKARTA - Bursa Efek Indonesia kembali kedatangan perusahaan baru di pasar modal. PT Golden Flower akan mencatatkan saham perdana atau Innitial Public Offering (IPO) pada perdagangan hari ini, Rabu (26/6/2019).
Perusahaan yang bergerak di sektor industri garmen dan tekstil itu, menawarkan sebanyak 150 juta saham ke publik atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga yang ditawarkan sebesar Rp100 per lembar saham.
Baca Juga: Golden Flower Pasang Harga IPO Rp288/Saham
Dengan demikian, perseroan bakal meraup dana segar dari IPO sebesar Rp15 miliar. Rencananya dana ini akan digunakan untuk modal kerja perusahaan, seperti dengan membeli bahan baku, biaya produksi, hingga biaya operasional pemasaran.
Dalam aksi koorporasi ini, Golden Flower menunjuk UOB Kay Hian Securities sebagai perusahaan penjamin emisi efek. Maka perusahaan bakal menjadi emiten ke-17 yang tercatat di BEI pada tahun 2019.
Baca Juga: IPO, Indonesian Tobacco Incar Dana Rp63 Miliar
Adapun sebelum melepas sahamnya ke publik, jumlah saham Golden Flower mencapai 1,8 miliar. Mayoritas kepemilikan saham oleh PT Profashion Apparel sebanyak 99,93% atau sekitar 599,96 juta saham. Kemuidan sisanya sebanyak 0,07% atau sekitar 40.000 saham dimiliki oleh komisaris utama perusahaan Po Sun Kok.
Pada tahun 2018, Golden Flower tercatat meraih total penjualan sebesar Rp438,46 miliar. Angka itu naik tipis yakni 0,16% dibanding tahun 2017, di mana perusahaan meraih penjualan sebesar Rp437, 76 miliar. Tahun lalu, penjualan ekspor menjadi kontributor terbesar yakni 95,43% atau sebesar Rp418,44 miliar. Sedangkan penjualan lokal menyumbang kontribusi Rp23,05 miliar.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.