Untuk PLTU Jawa 7 berkapasitas 2.000 mw, imbuhnya, ditargetkan akan beroperasi bertahap. PLTU Jawa 7 Unit 1 berkapasitas 1.000 mw dijadwalkan akan beroperasi pada Oktober 2019, sedangkan PLTU Jawa 7 Unit 2 dijadwalkan akan beroperasi pada awal 2020.
“PLTU Lontar dan PLTU Jawa 7 akan memperkuat sistem Jawa Bali,” tandasnya.
Sementara PLTD Senayan berkapasitas 100 mw dijadwalkan akan beroperasi pada September 2019. Pembangunan PLTD Senayan akan memperkuat pasokan Moda Raya Terpadu (MRT) DKI Jakarta.
“Sifat dari PLTD ini hanya menjadi back up suplai MRT jika terjadi kendala. Namun, mudah-mudahan tentu kita berharap ini tidak perlu menyala,” ucapnya.
General Manager PLN UIP JBB Ratnasari Sjamsuddin menambahkan, PLTU Lontar Ekstension disalurkan melalui sistem jaringan transmisi dan gardu induk (GI) PLN Tangerang Baru dan GI Cikupa. Evakuasi daya yang dihasilkan oleh PLTU Lontar Unit 4 nantinya akan disalurkan melalui GIS 150 kilovolt (kV) jalur Tangerang Baru (extension line) dan jalur Cikupa.
“Selanjutnya dari jaringan 150 kV ke arah Tangerang baru dan juga menuju IBT 150-500 kV ke arah Cikupa,” kata dia. Dia menambahkan, PLTU Lontar juga merupakan pilot project program percepatan 35.000 mw dengan meng gunakan bahan bakar batu bara.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.