Advertisement
Advertisement

Investor Inggris Kepincut Proyek Satelit dan Penyimpanan BBM Indonesia

Investor Inggris Kepincut Proyek Satelit dan Penyimpanan BBM Indonesia
Bambang Brodjonegoro (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Investor asal Inggris sudah menyuarakan komitmen untuk turut membiayai proyek satelit multifungsi Indonesia senilai total Rp6,4 triliun dan pembangunan penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Riau Pekanbaru senilai Rp5 triliun yang merupakan kesepakatan hasil sementara dari Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019.

"Mereka sudah tertarik untuk investasi di proyek satelit multifungsi yang digagas oleh Kemkominfo. Kemudian infrastruktur untuk 'oil storage' (penyimpanan minyak) yang digagas investor dalam negeri dan berhasil mencari investor luar negeri," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro melansir laman Antaranews, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

 Baca juga: Bappenas Targetkan Investasi Tumbuh 8,11% di 2020-2024

Total nilai kedua proyek itu adalah Rp11,4 triliun. Namun, menurut Bambang, komitmen investasi masih berpotensi bertambah karena penyelenggaran IIIF akan berlanjut di Paris, Prancis pada 4 Juli 2019 waktu setempat.

 Bambang Brodjonegoro

Investor asal Inggris itu sudah menyuarakan komitmen kuat untuk turut menyalurkan pembiayaan. Mereka memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk membenahi beberapa aspek penting yakni meningkatkan kemudahan perizinan, kepastian hukum, kepastian pengadaan tanah dan komitmen BUMN untuk mau bekerja sama dengan investor luar.

 Baca juga: Milenial Jangan Hidup Boros, Saatnya Investasi

"Dari pertemuan kemarin, tidak ada yang meminta insentif atau menyuarakan sulitnya mendapat insentif. Mereka hanya meminta poin-poin seperti kemudahan perizinan dan lainnya di bidang struktural," ujar dia.

Melawat ke London, total Bambang menawarkan 83 proyek berskema KPBU dengan total nilai 40 miliar dolar AS dan juga 30 proyek PINA dengan nilai 50 miliar dolar AS kepada para investor di Inggris dan Prancis.

Menurut Bambang, investor di Inggris merupakan penanam modal potensial untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan di Indonesia.

 Baca juga: Investasi di Indonesia, Hyundai Motor Mulai Produksi di 2021

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Inggris hanya berada di peringkat 14 sebagai negara penyumbang investor riil terbesar ke Indonesia.

Namun, kata Bambang, banyak prinsipal perusahaan asal Inggris yang meminta afiliasinya atau anak usahanya di negara lain seperti di Singapura untuk berinvestasi ke Tanah Air.

"Jadi jangan hanya berpatokan ke data di BKPM. Tapi juga kita harus liat potensi investasi dari Inggris," ujarnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement