Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jadi Aset Ekonomi Terbesar, Investor Diajak Percepat Investasi Ekonomi Biru di RI

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 07 Oktober 2026 |15:16 WIB
Jadi Aset Ekonomi Terbesar, Investor Diajak Percepat Investasi Ekonomi Biru di RI
Jadi Aset Ekonomi Terbesar, Investor Diajak Percepat Investasi Ekonomi Biru di RI (Foto: Dokumentasi)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengajak sektor keuangan, investor, dunia usaha, dan mitra pembangunan untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat investasi ekonomi biru guna mendukung transformasi sektor kelautan dan perikanan Indonesia menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang modern, produktif, dan berkelanjutan. 

Menurut Trenggono, ekonomi biru Indonesia tidak hanya merupakan agenda pelestarian lingkungan, tetapi juga strategi pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekspor, dan menarik investasi.

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut merupakan salah satu aset ekonomi terbesar yang dimiliki Indonesia. Ekonomi biru bukan hanya tentang melindungi sumber daya laut, tetapi juga tentang bagaimana mentransformasikannya menjadi nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat," ujar Trenggono dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Ia menjelaskan, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah melaksanakan enam Program Prioritas Nasional, yaitu Program Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, pengembangan Tambak Udang Terintegrasi, pengembangan budidaya perikanan berbasis desa, modernisasi armada perikanan nasional, serta swasembada garam nasional. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mentransformasi sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang berbasis investasi.

Trenggono menyampaikan apresiasi kepada Standard Chartered atas dukungannya terhadap pengembangan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana pembiayaan strategis dapat mempercepat investasi ekonomi biru sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. 

Dia juga mengundang lembaga keuangan dan investor untuk memperluas dukungan pembiayaan pada sektor akuakultur berkelanjutan, hilirisasi rumput laut, industri pengolahan hasil perikanan, serta pembangunan infrastruktur rantai dingin dan logistik kelautan.

Salah satu fokus utama transformasi ekonomi biru Indonesia adalah hilirisasi sektor kelautan dan perikanan. Indonesia perlu bergerak melampaui ekspor bahan baku menuju penciptaan nilai tambah melalui pengolahan, manufaktur, inovasi, dan penerapan teknologi.

"Kami terus memperkuat produksi yang berkelanjutan sekaligus membangun kapasitas pengolahan, rantai dingin, sistem jaminan mutu, dan ketertelusuran produk. Dengan naik kelas dalam rantai nilai global, Indonesia dapat meningkatkan daya saing, memperbesar nilai ekspor, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas bagi masyarakat pesisir," kata Trenggono.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement