Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laut Dunia Terancam, Indonesia Siap Pimpin Ekonomi Biru

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 23 Januari 2026 |15:14 WIB
Laut Dunia Terancam, Indonesia Siap Pimpin Ekonomi Biru
Kondisi laut dunia saat ini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan ekosistem. (Foto: okezone.com/KKP)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kondisi laut dunia saat ini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan ekosistem yang semakin masif.

Pernyataan ini disampaikannya dalam forum Velocity of the Blue Economy, yang menjadi bagian dari World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Menurut Trenggono, ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam keberlanjutan kehidupan global.

“Lautan kita menghadapi ancaman serius, pemanasan laut, meningkatnya keasaman, menurunnya stok ikan, dan pencemaran laut. Lautan kita memanggil kita semua untuk bertindak bersama, menyelamatkan, dan mengelolanya dengan tanggung jawab,” ungkap Menteri Trenggono dikutip Jumat (23/1/2026).

Ia menekankan pentingnya upaya kolaboratif lintas negara dan lintas sektor untuk memulihkan ekosistem laut yang terdampak perubahan iklim, pencemaran, serta praktik penangkapan ikan ilegal yang mengancam populasi perikanan global.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia, kata Trenggono, siap mengambil peran kepemimpinan global melalui penguatan program Ekonomi Biru. Laut, menurutnya, tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari sejarah, identitas, dan masa depan bangsa Indonesia.

Langkah cepat dan kolaboratif diperlukan dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sejumlah kebijakan strategis telah dijalankan KKP, salah satunya memperluas kawasan konservasi laut, yang saat ini telah mencapai lebih dari 30 juta hektare dan ditargetkan meningkat menjadi 97,5 juta hektare pada 2045.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement