nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi di Indonesia, Hyundai Motor Mulai Produksi di 2021

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 30 Juni 2019 14:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 30 320 2072783 investasi-di-indonesia-hyundai-motor-mulai-produksi-di-2021-8mMGglk6Vr.JPG Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

JAKARTA - Produsen automotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company (HMC) akan segera merealisasikan investasinya di Indonesia. Rencananya ini ditegaskan pada pertemuan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Executive Vice President HMC Park Hong Jae di Seoul.

“Mereka akan mulai produksi pada tahun 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun,” kata Menperin, dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Baca Juga: Usai Putusan MK, Investor Akan Banyak Berinvestasi

Jenis kendaraan yang akan digarap di Indonesia, antara lain adalah SUV, MPV, hatchback, dan sedan. “Targetnya, sebanyak 47% produksi untuk pasar domestik dan 53% untuk ekspor,” imbuhnya.

Pada kunjungannya di HMC saat itu, Airlangga sempat ikut menguji mobil berbahan bakar hydrogen yang dinamakan Hyundai Nexo.

Hyundai dan Kia Buat Aplikasi untuk Mobil Listrik

Menperin juga mengamati teknologi yang diterapkan pada mobil fuel cell Hyundai Nexo tersebut. Menurutnya, Pemerintah Indonesia akan mendorong investasi industri kendaraan elektrik dengan pemberian fasilitas tax holiday.

Pabrik Hyundai di Indonesia yang lokasinya masih belum dikonfirmasi tersebut bakal mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 orang. Indonesia dinilai akan menjadi basis produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Baca Juga: Usai Sidang Putusan MK, IHSG Diprediksi Menguat ke 6.300-6.370

“Hyundai telah menegaskan komitmen mereka untuk segera memulai investasi di Indonesia," tutur Airlangga. Ia menegaskan, prinsipnya Pemerintah mendukung rencana investasi baru tersebut dengan fasilitas fiskal yang sudah tersedia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, sejak awal Januari 2018, Hyundai mengungkapkan rencana untuk membangun pabrik di kawasan Asean dan Indonesia sebagai pilihan lokasinya.

“Apalagi, Indonesia memiliki bahan baku bijih nikel yang bisa digunakan untuk produksi baterai lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik,” ungkapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini