Share

Jokowi Cari Menteri Milenial, Bos Gojek Diisukan Masuk Kabinet?

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 03 320 2074311 jokowi-cari-menteri-milenial-bos-gojek-diisukan-masuk-kabinet-LO1dAihejf.jpg CEO Go-Jek Nadiem Makarim (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan mengajak anak berusia muda atau milenial untuk masuk ke Kabinet Kerja Jilid II pada Oktober 2019 mendatang.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyatakan, kabinet harus diisi kalangan profesional, baik itu dari partai politik (parpol) maupun non parpol. Tak terkecuali dari kalangan pengusaha. 

"Garis bawahnya adalah profesional, jangan hanya soal dia harus dari parpol atau tidak, tapi harus profesional. Kalau parpol bisa mengajukan profesional yang terbaik di posisinya, kenapa tidak," jelas dia di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Baca Juga: Jokowi Gaet Milenial Masuk Susunan Kabinet, Kadin: Harus Punya Keahlian di Bidangnya

Salah satu nama yang diisukan masuk dalam susunan kabinet adalah CEO Go-Jek Nadiem Makarim, seorang pengusaha yang juga berusia muda. Menanggapi itu, Shinta menyatakan, Nadiem menjadi salah satu sosok profesional yang cocok untuk dipilih menjadi menteri.

Kendati demikian, dia perlu ada portofolio yang jelas mengenai posisi yang akan diambil oleh Nadiem.

"Nadim saya melihat figur yang sangat kuat dan kompeten, kalau mau berdedikasi untuk negara silahkan, dan saya rasa luar biasa ada generasi muda seperti Nadim tapi porfolio mesti jelas apa yang mau diambil," ungkapnya.

Baca Juga: Jokowi Butuh Penyegaran di Kabinet Kerja Jilid II

Selain Nadiem, Shinta menilai ada beberapa sosok menjabat sebagai menteri dari kalangan pengusaha. Diantaranya, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, dan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia.

"Semua itu juga menurut kami bisa dan layak menjadi salah satu menteri muda," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menginginkan adanya menteri berusia muda alias milenial dalam rangka regenerasi. Usia muda yang disasar adalah 20-30. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak potensi muda yang patut diberi kesempatan memberi sumbangsih untuk Negara.

“Biar yang muda-muda bisa belajar kepemimpinan negara. Mungkin yang banyak 30-40. Tapi yang muda seperti yang 25-30, kenapa tidak sih," tutur Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 April 2019.

Selain itu, posisi kementerian juga akan ditinjau ulang untuk ditambahkan atau dikurangi pos baru. Salah satu pos menteri yang dipertimbangkan, antara lain Kementerian Ekspor dan Kementerian Investasi.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini