nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal, Pengunjung Hotel di Bali Anjlok 2%

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 15:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 03 470 2074139 gara-gara-tiket-pesawat-mahal-pengunjung-hotel-di-bali-anjlok-2-VYtQGjo8yn.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tingginya harga tiket pesawat membuat tingkat hunian hotel juga menurun di kuartal II-2019. Khususnya tingkat hunian yang berada di Bali dan Surabaya.

Berdasarkan data Colliers, untuk Bali ada penurunan tingkat hunian sebesar 2% atau menjadi 62,7% dari total hotel yang ada di Bali. Penurunan ini juga berkaitan dengan penurunan jumlah wisatawan domestik imbas mahalnya harga tiket pesawat.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang udara domestik selama bulan Mei 2019 mengalami penurunan sebesar 7,10% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Mei 2019, jumlah penumpang udara domestik mencapai 5,3 juta orang.

Penurunan jumlah penumpang domestik terjadi diseluruh bandara utama. Penurunan paling besar ada di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali dengan penurunan sebesar 20,57%.

“Harga tiket pesawat yang tinggi mempengaruhi hotel di Surabaya dan Bali,” ujar Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto saat ditemui di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, Tamu Hotel Turun

Menurut Ferry, ada beberapa alasan mengapa harga tiket pesawat begitu berpengaruh terhadap keterisian hotel di Bali dan Surabaya. Di kedua wilayah tersebut,tingkat keterisian hotel sangat dipengaruhi oleh jumlah wisatawan yang datang.

Hal tersebut berbeda dengan keterisian hotel di Jakarta. Pada hotel yang ada di Ibu Kota sudah memiliki pasarnya sendiri karena kebanyakan konsumen hotelnya tinggal di daerah Jabodetabek.

Ditambah lagi, tiket pesawat ke luar negeri lebih murah dibandingkan domestik. Sebagai perbandingan semula untuk tiket penerbangan murah (Low Cost Carrier/LCC) weekdays dari Jakarta menuju Bali adalah Rp1,7 juta pulang pergi (pp).

Baca Juga: Efek Lebaran, Okupansi Hotel di Yogyakarta Meningkat 90%

Namun sekarang harganya mencapai Rp2,4 juta (pp) untuk rute yang sama. Bandingkan dengan penerbangan menuju Bangkok pada hari biasa dengan jarak dan waktu tempuh yang sama hanya sebesar Rp2 juta pulang pergi (pp).

“Market di Surabaya dan Bali bukan dari Surabaya dan Bali itu sendiri. Beda dengan Jakarta kalo Bali dipengaruhi dari kunjungan wisatawan. Jadi cukup terasa kenaikan harga tiket pesawat,” jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini