Kisah Akio Toyoda, Bos Toyota Gemar Balapan dan Hampir Jadi Sopir Taksi

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 04 320 2074490 kisah-akio-toyoda-bos-toyota-gemar-balapan-dan-hampir-jadi-sopir-taksi-0S5mKofef5.jpg Foto: Akio Toyoda, Bos Toyota Gemar Balapan

JAKARTA - Akio Toyoda bukan sekadar bos perusahaan automotif terbesar dunia semata. Banyak hal luar biasa yang dapat ditemukan pada sosok pria nomor satu di Toyota itu. Bagaimana ceritanya?

Penyakit lama CEO Toyota Motor Corp, Akio Toyoda kambuh lagi. Akio mendaftarkan diri jadi pembalap untuk tim Toyota Gazoo Racing Team di ajang balapan ADAC 24 Hours of Nurbugring yang berlangsung akhir Juni lalu.

Dalam daftar pebalap, selain nama Takeshi Tsuchiya, Masahiro Sasaki, Nayoa Gamou, dan Uwe Kleen tiba-tiba ada nama “Mr.Morizo”. Nama Mr Morizo merupakan nama yang tidak asing buat mereka karena selalu menjadi nama samaran Akio Toyoda setiap kali ikut balapan mobil.

“Dia memang mengejutkan dengan segala tingkahnya. Jadi, Toyota harus benar-benar memonitor apa saja yang dia lakukan,” ujar Osamu Katayama, jurnalis veteran Jepang yang juga penulis buku The Toyota ís System.

Baca Juga: Toyota Siapkan Rp28,3 Triliun untuk Investasi Mobil Listrik di Indonesia

Di balik penampilannya yang super rapi dan formal, Akio Toyoda memang menyimpan banyak letupan energi yang tidak biasa. Jabatannya sebagai orang nomor satu di Toyota justru tak mampu menahan ledakan-ledakan unik Akio Toyoda.

Setelah bertugas sebagai orang nomor satu di Toyota, suara Akio justru sering muncul di sebuah stasiun radio di Jepang sebagai DJ tamu. Dia selalu membagi lagulagu yang tengah dia sukai untuk pendengar radio itu.

Namun, ada satu hobi yang sudah mendarah daging buat Akio yang tak pernah bisa tinggalkannya, yaitu balapan. Jauh sebelum dia duduk sebagai orang nomor satu di Toyota, Akio sudah jatuh cinta dengan balapan. Kecintaan Akio pada balapan sudah muncul sejak kecil. Sampai-sampai saat itu dia bertekad ingin menjadi seorang sopir taksi karena bisa mengendarai mobil sepanjang hari. Tentu saja hal ini membuat marah orang tuanya, Shoichiro Toyoda.

 Baca Juga: Kerjasama Toyota & Suzuki Makin Intim

Bagi mereka, balapan bukanlah pekerjaan yang cocok buat Akio. Pasalnya, mereka tengah mempersiapkan Akio dengan tugas yang lebih penting me lan jut kan kiprah ayahnya di Toyota. Bara api yang ada di diri Akio akhirnya sempat padam.

Meski begitu, dia mengobati rasa rindu dengan menenggelamkan diri pada pengembangan mobil-mobil Toyota. Setidaknya dia bisa tetap berdekatan dengan roda empat. Namun, semuanya berubah ketika Akio bertemu dengan Hiromu Naruse, seorang test driver senior dan chief engineer Toyota.

Saat itu Naruse sempat meledek dirinya karena terlalu banyak rewel mengenai pengembangan mobil-mobil baru Toyota. “Orang seperti kamu tidak pernah mengendarai mobil. Jadi, jangan pernah menasehati saya tentang mobil kalau kamu saja tidak pernah benar-benar mengendarai mobil,” ucap Akio mengenang apa yang diucapkan Naruse waktu itu.

Sentilan Naruse membuat hati Akio bergejolak. Meski sudah berkecimpung di Toyota sejak lama, Akio memang tidak pernah benar-benar mengendarai mobil seutuhnya. Dia melupakan esensi pengalaman mengendarai mobil secara langsung.

“Kalau kamu mau belajar mengendarai mobil lagi, saya akan ajari kamu,” ucap Naruse.

Seperti sebuah film laga, akhirnya Akio menerima tantangan Naruse. Berkat privilese yang dimiliki Akio, mereka berdua bisa latihan di semua sirkuit yang ada di Jepang. Akio mengatakan saat latihan awalnya hanya mengikuti apa saja yang dilakukan Naruse dari belakang. Mulai saat melakukan pengereman di titik tertentu, berbelok dengan cepat, hingga akselerasi spontan.

“Begitu dia terlalu jauh, saya langsung berusaha mendekatinya agar tetap mendekat,” kenang Akio.

Setelah semua sirkuit di Jepang dicoba, Naruse kemudian membawa Akio pergi keluar negeri. Dia membawa cucu pendiri Toyota, Kiichiro Toyoda, itu ke Neraka Hijau atau Sirkuit Nurbugring, Jerman. Sirkuit ini merupakan sirkuit yang spesial buat Naruse karena di sirkuit inilah semua mobil yang dibuat Toyota diuji Naruse. Termasuk mobil superpertama Lexus, Lexus LFA.

“Sirkuit yang sangat berbahaya menurut saya. Kesalahan sedikit saja akan bisa mengancam nyawa,” ucap Akio.

Setiap hari Naruse dan Akio melalap setiap tikungan yang ada di Sirkuit Nurbugring. Panas dan hujan, mereka berdua terus-terusan berada di sirkuit. Hingga seperti sebuah film juga, Naruse mengatakan satu hal penting buat Akio. “Saatnya kamu ikut balapan,” ucap Akio.

Seketika Akio ingin menangis mendengar perintah itu. Dia tidak pernah menyangka saat keluarga dan teman-teman di kantornya melarang dia balapan, tiba-tiba ada seorang pria tua yang begitu dia hormati menyuruhnya untuk balapan. Naruse meminta Akio ikut balapan 24 Hours Nurbugring, ajang balapan yang akan dia ikuti juga akhir bulan Juni lalu.

Namun, sebelum benar-benar balapan di Jerman, Naruse membawa pulang Akio ke Jepang untuk merasakan atmosfer balapan yang sesungguhnya. Dia memasukkan nama Akio di ajang balapan Twin Ring Motegi 2007 . Berbekal mobil seken Toyota Yaris yang sudah dimodifikasi oleh Naruse, Akio mengikuti lomba itu dengan satu misi, yakni selamat sampai garis finis.

Tak cukup di situ, Naruse kembali membawa Akio balapan di Okayama International Circuit pada tahun yang sama. Akio tidak pernah melupakan momen balapan itu karena terjadi di bawah hujan yang sangat deras. “Semua pembalap sepertinya berhasil melewati saya. Benarbenar kacau saat itu,” ucap Akio.

Uniknya Akio justru berhasil menjadi juara ketiga dan membuat Naruse tersenyum bangga melihatnya. Di garis finis, Naruse menyerahkan semua keputusan pada Akio, apakah benar-benar jadi balapan di Nurbugring atau tidak. Pada 2007 Akio akhirnya membuat sebuah keputusan besar yang justru berpengaruh besar pada Akio saat memimpin Toyota. Dia memutuskan ambil bagian di 24 Hours Nurbugring 2007 .

Lewat balapan, Akio jadi mengerti bagaimana mobil bergerak seutuhnya dan bagaimana caranya mobil dan pengendara bisa menjadi satu kesatuan. Saat itu dia selalu terngiangngiang dengan ucapan Naruse, “Jangan pernah menasehati saya tentang mobil kalau kamu saja tidak pernah benar-benar mengendarai mobil”.

Di bawah kepemimpinan Akio, Toyota akhirnya membuat berbagai mobil yang fun to drive . Salah satunya yang paling banyak dibicarakan adalah hadirnya kembali Toyota Supra. Mobil inilah yang digunakan Mr Morizo aka Akio Toyoda di sirkuit yang pernah membuatnya berhasil menata ulang Toyota, Sirkuit Nurbugring.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini