Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenangan Pahit Sri Mulyani Rupiah Rp15.000/USD pada 2018

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Jum'at, 05 Juli 2019 |06:12 WIB
Kenangan Pahit Sri Mulyani Rupiah Rp15.000/USD pada 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, tahun 2018 bukanlah tahun yang mudah bagi Indonesia. Sebab, tahun lalu terjadi gejolak global yang membuat nilai tukar Rupiah bahkan terpukul ke level Rp15.000 per USD.

"Kita melihat sisi gejolak nilai tukar dan kenaikan suku bunga kemudian diikuti outflow. Di mana ini disebabkan perubahan cukup besar dari ABPN baik dari sisi penerimaan dan belanja. Hal ini cukup baik dari penerimaan negara kombinasi dari pertumbuhan ekonomi," ujar dia di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Namun, menurutnya, adanya perubahan nilai tukar dan harga minyak lebih tinggi dari asumsi dan effort dari Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai serta PNBP, mendorong pendapatan negara.

"Sebabkan kita bisa kumpulkan pendapatan negara lebih dari 100% yakni 102,3%. Di sisi lain belanja negara juga hampir terealisir mendekati 100%. Jadi ini sebabkan APBN 2018 bisa tercapai defisit lebih rendah dari yang tadinya ditargetkan. Dan itu baik sebab saat itu suasana dari market atau pasar terutama pasar bond cukup bergejolak," tutur dia.

Baca Selengkapnya: Rupiah Tembus Rp15.000/USD, Sri Mulyani: 2018 Bukan Tahun yang Mudah

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement