nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melantai di Bursa, Saham Pengelola Mal Ini Kena Auto Reject

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 09:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 05 278 2074901 melantai-di-bursa-saham-pengelola-mal-ini-kena-auto-reject-86CeNFBFnU.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - PT Bima Sakti Pertiwi Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini. Emiten dengan kode saham PAMG ini menjadi emiten ke-21 yang menawarkan saham perdana atau di BEI tahun ini.

Perusahaan yang bergerak di bidang perusahaan properti asal Riau melepas sebanyak-banyaknya sebanyak 20% saham ke publik. Pada pembukaan perdagangan, saham PAMG naik 70 poin atau 70% ke level Rp170 per lembar saham dari harga Rp100 per lembar saham. Saham ini pun langsung kena auto reject.

Direktur Utama Bima Sakti Pertiwi Christopher Sumasto Tjia mengatakan bahwa perseroan akan menggunakan dana hasil IPO, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk belanja modal dan modal kerja operasional perseroan.

"PAMG memiliki visi menjadi perusahaan benchmark properti berskala nasional dan berkualitas internasional. Karena itu, perseroan akan membangun produk dan pelayanan yang berkualitas, serta bernilai tambah untuk kepuasan konsumen baik pembeli, penyewa dan pengunjung," ujar dia di Gedung BEI Jakarta, Jumat (5/7/2019).

 Baca Juga: BEI Kantongi 25 Calon Emiten Baru di 2019

Selain itu, lanjut dia PAMG membangun dan melatih SDM yang berkualitas, membangun kerja sama yang baik dengan para pemangku kepentingan, menambah nilai perusahaan, dan berdampak positif pada pembangunan kota dan lingkungan.

"Tahun lalu, PAMG menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Cinemaxx untuk pembukaan bioskop dengan lima layar. PAMG adalah pengelola Mal Pekanbaru. Saat ini, perseroan memiliki total cadangan lahan (landbank) seluas 8.000 m2," kata dia

 Baca Juga: Melantai di Bursa, Saham Indonesian Tobacco Meroket 50,4%

Sesuai rencana, landbank tersebut akan digunakan untuk membangun apartemen pada tahun 2023, yang bakal tersambung dengan mal. Selain mengelola mal dan gedung, perseroan memiliki sebuah gedung bertingkat yang terletak di sebelah Mal Pekanbaru. Gedung perseroan tersebut terdiri dari delapan lantai.

Pada 2018, PAMG membukukan pendapatan sebesar Rp75,25 miliar dan laba usaha sebesar Rp 341,88 miliar. Perolehan laba usaha tersebut seiring revaluasi aset senilai Rp 324,5 miliar.

"Tahun ini perseroan menargetkan laba usaha sebesar Rp 23 miliar. Pada 2020, laba usaha diproyeksikan naik menjadi Rp34 miliar. Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) pada 2019 dan 2020 ditargetkan masing-masing senilai Rp 33 miliar dan Rp44 miliar," pungkas dia.

(dni)

Berita Terkait

Emiten

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini