JAKARTA – Industri oleokimia menjadi salah satu industri yang pertumbuhannya sangat pesat. Ini ditandai dengan jumlah perusahaan oleokimia yang terus meningkat sepanjang tiga tahun terakhir.
Jumlah perusahaan oleochemical di Indonesia pada 2016 sebanyak 17 perusahaan berkapasitas produksi 10.970.700 ton per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp4,7 triliun. Selanjutnya pada 2017-2018 terdapat 19 perusahaan dan pada 2019 naik menjadi 20 perusahaan dengan total ka pa si tas produk oleokimia nasional sebanyak 11,326 juta ton/tahun.
“Penambahan investasi in dustri oleokimia pada awal 2019 mencapai Rp4,84 triliun,” ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat.
Baca Juga: Permintaan Lahan Industri Meningkat
Dia mengungkapkan pada 2019, dari total kapasitas produksi oleokimia 11,326 juta ton terdiri atas fatty acid 4,55 juta ton, fatty alcohol 2,12 juta ton, gliserin 883.700 ton, metil ester 1,93 juta ton, dan soop nodle berjumlah 1,83 juta ton.
“Kenaikan produksi tahun ini ditopang investasi baru dua perusahaan oleokimia yang berlokasi di D umai (Riau),” ujar Rapolo.
Baca Juga: Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Diprediksi Naik 8%
Sementara itu, investasi oleokimia pada 2017 sebesar Rp4,7 triliun di Dumai. Selanjutnya 2019, ada investasi senilai Rp1,1 triliun di Provinsi Riau. Adapun volume ekspor produk oleokimia dengan 15 HS code tahun 2017 sebesar 1,9 juta ton, 2018 meningkat menjadi 2 juta ton. Nilai ekspor 2017 sebesar USD1,5 miliar dan USD2,3 miliar pada 2018.