nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Industri Oleokimia Capai Rp4,84 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 12:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 05 320 2074924 investasi-industri-oleokimia-capai-rp4-84-triliun-4QJODXM3kR.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTAIndustri oleokimia menjadi salah satu industri yang pertumbuhannya sangat pesat. Ini ditandai dengan jumlah perusahaan oleokimia yang terus meningkat sepanjang tiga tahun terakhir.

Jumlah perusahaan oleochemical di Indonesia pada 2016 sebanyak 17 perusahaan berkapasitas produksi 10.970.700 ton per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp4,7 triliun. Selanjutnya pada 2017-2018 terdapat 19 perusahaan dan pada 2019 naik menjadi 20 perusahaan dengan total ka pa si tas produk oleokimia nasional sebanyak 11,326 juta ton/tahun.

“Penambahan investasi in dustri oleokimia pada awal 2019 mencapai Rp4,84 triliun,” ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat.

 Baca Juga: Permintaan Lahan Industri Meningkat

Dia mengungkapkan pada 2019, dari total kapasitas produksi oleokimia 11,326 juta ton terdiri atas fatty acid 4,55 juta ton, fatty alcohol 2,12 juta ton, gliserin 883.700 ton, metil ester 1,93 juta ton, dan soop nodle berjumlah 1,83 juta ton.

“Kenaikan produksi tahun ini ditopang investasi baru dua perusahaan oleokimia yang berlokasi di D umai (Riau),” ujar Rapolo.

 Baca Juga: Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Diprediksi Naik 8%

Sementara itu, investasi oleokimia pada 2017 sebesar Rp4,7 triliun di Dumai. Selanjutnya 2019, ada investasi senilai Rp1,1 triliun di Provinsi Riau. Adapun volume ekspor produk oleokimia dengan 15 HS code tahun 2017 sebesar 1,9 juta ton, 2018 meningkat menjadi 2 juta ton. Nilai ekspor 2017 sebesar USD1,5 miliar dan USD2,3 miliar pada 2018.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim menambahkan, peran industri oleo kimia sangat strategis karena mampu mengolah sumber daya minyak kelapa sawit yang melimpah dan menjadi building block bagi pertumbuhan industri hilir terkait.

Pada 2019 jumlah perusa haan oleokimia bertambah menjadi 20 perusahaan dengan total kapasitas produksi sebanyak 11.326.300 ton per tahun. Penambahan investasi industri oleo kimia pada awal 2019 mencapai Rp4,84 triliun.

“Salah satu faktornya karena peringkat EODB (Ease of Doing Business) melalui berbagai fasi litas dan kemudahan investasi dari pemerintah Indonesia. Pemerintah berkomitmen mendorong dan memberikan du kungan bagi pertumbuhan industri oleokimia nasional,” tuturnya.

Sektor oleokimia, menurut Abdul Rochim, termasuk industri yang mendapatkan fasilitas perpajakan tax allowance dan tax holiday berkaitan investasi baru dan perluasan industri. Lebih dari 10 proyek perusahaan oleokimia dan/telah mendapatkan insentif pajak.

“Berdasarkan pengamatan kami, kebijakan insentif tax allowance dan tax holiday yang dikombinasikan pungutan sawit sangat efektif dan mampu men dorong (pertumbuhan) industri oleokimia,” paparnya.

Abdul Rochim menyatakan, ada dua tantangan utama industri oleokimia, yaitu pengamanan bahan baku industri dan inovasi menambah ragam jenis produk hilir.

“Sudah ada usulan dari Apolin untuk menyempurnakan tarif pungutan untuk menjamin pasokan ba han baku industri. Saat ini, sudah ada tim antar kementerian yang membahas persoalan ini,“ paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini