Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demam Mobil Listrik Buatan Indonesia, tapi PLN Belum Diajak Ngobrol soal SPLU

Koran SINDO , Jurnalis-Minggu, 07 Juli 2019 |13:08 WIB
Demam Mobil Listrik Buatan Indonesia, tapi PLN Belum Diajak Ngobrol soal SPLU
Mobil Listrik ITS (Foto: Okezone)
A
A
A

Selain itu pemda juga harus mulai mengganti angkutan umum dengan kendaraan listrik. Perpres dan aturan perpajakan tentang mobil listrik sampai saat ini masih dalam pembahasan di kementerian terkait, tetapi diharapkan aturan yang diterbitkan kelak dapat menguntungkan semua pihak, terutama masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih terus berupaya merampungkan aturan ini dan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Keuangan.

Melihat kesiapan negara untuk mengenalkan mobil listrik kepada masyarakat, pengamat automotif Indra Prabowo meyakini dalam kurun waktu lima tahun ke depan Indonesia dapat mulai memproduksi mobil listrik sendiri. Adapun penggunaan mobil listrik secara menyeluruh paling tidak dapat terwujud dalam sepuluh tahun ke depan.

“Mayoritas masyarakat yang mampu membeli mobil rata-rata mereka membeli mobil sejenis Mobilio dan Avanza. Kalau nanti mobil listrik bisa seharga itu, tentu masyarakat akan tertarik untuk segera memilikinya,” ujar Indra.

Baca Juga: Perpres Kendaraan Listrik Segera Terbit, Cek di Sini

Dan hal tersebut akan terwujud jika pemerintah memberikan insentif berupa tax holiday terhadap pabrik komponen mobil listrik agar harga mobil listrik lebih terjangkau. Indra mencontohkan Pemerintah Taiwan yang sangat aktif mengimbau agar masyarakatnya lebih memilih untuk menggunakan skuter listrik.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie G Sugiarto berharap, semua jenis mobil listrik diatur dalam kebijakan pemerintah. Persiapan hadirnya mobil listrik bagi Jongkie harus sudah dihadirkan sebelum kebijakan keluar karena terkait dengan tempat pengisian baterai listrik.

“Bagi saya ketika semua siap lalu kebijakan keluar, tentu semua dapat mengikuti. Karena sudah pasti di Indonesia akan ada mobil yang full electric sehingga pemerintah sudah seharusnya mem bangun charging station di banyak tempat,” tutur Jongkie yang juga meyakini bahwa infrastruktur dibangun industri juga dapat dengan mudah memasarkan mobil listrik.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement