Share

Impor Migas Tinggi, Presiden Jokowi Minta Menteri Jonan dan Rini Hati-Hati

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 08 320 2076082 impor-migas-tinggi-presiden-jokowi-minta-menteri-jonan-dan-rini-hati-hati-s93oN31YJd.jpg Presiden Jokowi (Foto: Antara)

BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk lebih berhati-hati dalam melakukan impor minyak dan gas bumi (migas) lantaran impor tersebut mencapai USD2,09 miliar pada Mei 2019.

Jokowi mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan rumah pemerintah ke depan. Selain itu, pemerintah juga menyelesaikan persoalan yang berkaitan data ekspor-impor dari Badan Pusat Statistik (BPS).

 Baca Juga: Limbah Tahu Disulap Jadi Biogas

"Perlu melihat betul dengan hati-hati, angka-angka yang ditampilkan BPS coba angka-angkanya ditampilkan," ujar Jokowi saat menggelar rapat kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019).

Kepala Negara memaparkan, ekspor Indonesia pada Januari 2019 sampai 2019 secara tahun ke tahun (year on year) mengalami penurunan 8,6% dengan nilai USD68,46 miliar.

Baca Juga: RI Miliki Pembangkit Listrik dari Limbah Sawit Senilai Rp27 Miliar

"Impor Januari-Mei 2019, juga turun 9,2%. Hati-hati terhadap ini, artinya neraca perdagangan kita Januari - Mei ada defisit USD2,14 miliar," ucap Jokowi.

Jokowi secara khusus menegur Jonan dan Rini agar ke depan mencermati nilai impor yang sangat tinggi akibat pembelian migas.

"Hati-hati di migas pak Menteri ESDM yang berkaitan dengan ini, bu Menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena ratenya yang paling banyak ada di situ (impor migas)" tutur Jokowi.

Sebelumnya, nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2019 mencapai USD68,46 miliar atau turun 8,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Demikian juga ekspor non migas mencapai USD63,12 miliar atau turun 7,33%.

Adapun khusus impor migas pada Mei 2019 mencapai USD2,09 miliar atau turun 6,41% dibandingkan April 2019. Demikian pula jika dibandingkan Mei 2018, turun 26,89%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini