Tingkatkan Inklusi Keuangan, Anak SMP Diwajibkan Punya Rekening

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 11 320 2077722 tingkatkan-inklusi-keuangan-anak-smp-diwajibkan-punya-rekening-K3am23siJN.jpg Foto: Rapat Inklusi Keuangan Wajibkan SMP Punya Rekening (Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyasar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional. Hal itu dilakukan dengan program kepemilikan rekening oleh setiap siswa SMP.

Hal ini berdasarkan hasil rapat koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Darmin Nasution dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, terkait Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

 Baca Juga: 6 Fokus Pemerintah Tingkatkan Inklusi Keuangan di 2019

Wimboh menjelaskan, kepemilikan rekening menjadi awal untuk menciptakan budaya menabung di layanan keuangan formal yakni perbankan. Sebab budaya menabung memang harus diperkenalkan sejak dini.

"Bahwa persyaratan setiap pelajar mempunyai rekening itu harus. Itu nanti tinggal didiskusikan apakah waktu mulai masuk SMP," jelasnya di temui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, hal tersebut diperlukan untuk menanamkan pemikiran pentingnya menabung dalam layanan keuangan formal. Hal ini belajar dari fenomena banyaknya kalangan usia tua yang kini tetap enggan menyimpankan dananya di bank.

"Jadi masyarakat bisa paham tentang produk-produk keuangan lebih dini. Jika sudah tertanam di pikiran, otomatis kalau punya uang pasti akan disimpan ke tabungan," katanya.

 Baca Juga: Inklusi Keuangan Syariah Lebih Cepat dengan Digitalisasi

Selain menyasar siswa SMP, lanjutnya, literasi keuangan juga didorong pada pendidikan sejak Taman Kanak-Kanak (TK). Di mana pelajar TK sudah diperkenalkan produk-produk keuangan melalui sistem pembelajarannya.

"Edukasi anak mulai dari sekolah, dari tingkat TK sudah mulai dilakukan edukasi," katanya.

Tingkat inklusi keuangan memang ditargetkan bisa mencapai 75% pada tahun 2019. Berupaya meningkatkan dari posisi di lima tahun sebelumnya yang hanya di angka 36%.

Wimboh menyebut, tingkat inklusi keuangan hingga semester I 2019 sudah mencapai lebih dari 50%. "Sudah lebih lah (dari 50%)," katanya.

Sementara itu, Menko Darmin menambahkan, Program Aksi Indonesia Menabung memang dicanangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menabung di perbankan. Salah satu segmen yang disasar tentunya pelajar, disamping juga menyasar petani hingga pekerja swasta.

"Dengan adanya aksi ini, kesadaran dan pemahaman masyarakat akan kegunaan dari rekening yang mereka miliki akan meningkat. Segmennya mulai dari pelajar, pemuda, petani dan nelayan, perempuan, hingga pekerja swasta,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini