Share

Pendiri Dyson Beli Penthouse Terbesar di Singapura seharga Rp763 Miliar

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 11 470 2077451 pendiri-dyson-beli-penthouse-terbesar-di-singapura-seharga-rp763-miliar-hJQmDy38pn.jpg Wallich Residences (ist)

JAKARTA - Miliarder dan juga pendiri perusahaan elektronik di Inggris Dyson, James Dyson membeli penthouse termahal di Singapura, yakni di Wallich Residence. Pasalnya, penthouse 3 lantai di Tanjong Pagar tersebut dibeli seharga 73,8 juta dolar Singapura atau USD54,17 juta bila dirupiahkan menjadi Rp763 miliar.

Melansir laman Business Insider, Jakarta, Kamis (11/7/2019), Harga tersebut mengalahkan Co-Founder Facebook, Eduardo Saverin yang menghabiskan 60 juta dolar Singapura untuk Sculptura Ardmore pada 2017.

 Baca juga: Usher Jual Rumah Seharga Rp57,36 Miliar

Namun, melihat super penthouse Saverin adalah unit freehold, super penthouse milik Dyson berada di tanah yang memiliki masa sewa hanya sekira 90 tahun sisanya.

 Wallich Residence

Akan tetapi, James Dyson hanya membayar 75% dari harga permintaan unit yang dilaporkan sebelumnya. Pasalnya diperkirakan antara 100 juta dolar Singapura atau 108 juta dolar Singapura.

Kekhasan Penthouse memang merupakan apartemen mewah yang terletah di tingkat paling atas, namun Penthouse super melampaui satu tingkat lagi dari yang lain. Dengan persyaratan ukuran minimum 10.000 kaki persegi (sekitar 10 kali ukuran flat Housing & Development Board empat kamar) dan tinggi bangunan setidaknya 1.000 kaki.

 Baca juga: Wow, Ini Daftar Rumah Super-Mahal di Seluruh Dunia!

Business Insider sebelumnya melaporkan bahwa enam dari 11 penthouse super dunia yang sedang dijual saat ini berlokasi di Singapura. Di mana Wallich Residences menjadi salah satunya.

Rumah baru pendiri Dyson adalah unit kondominium tertinggi dan terbesar di Singapura, yang terletak di lantai 62 hingga 64 dari Tanjong Pagar Centre.

Hotel ini menawarkan lima kamar tidur, taman pribadi, kolam renang 12 meter dan jacuzzi, dan tentu saja, dek melihat dengan pemandangan Singapura.

Sir James, dan istrinya, Deirdre, adalah penduduk tetap Singapura. Perusahaan tersebut memindahkan kantor pusat perusahaannya dari Inggris ke Singapura pada Januari tahun ini, dengan alasan meningkatnya jumlah pelanggan dan pabrikan di Asia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini