Potensi Panas Bumi RI Diminta Dimaksimalkan

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 14 Juli 2019 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 14 320 2078655 potensi-panas-bumi-ri-diminta-dimaksimalkan-lABsw5f4e7.jpg PLTU (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah diminta memaksimalkan potensi panas bumi dan energi terbarukan lainnya yang terkandung di bumi nusantara, daripada membangun pembangkit listrik dari energi lain, seperti nuklir.

Hal itu dikatakan mantan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surono atau akrab disapa Mbah Rono saat memaparkan potensi energi panas bumi dan energi terbarukan yang terkandung di tanah Jawa Tengah, dalam sebuah diskusi yang diadakan di gedung Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

 Baca juga: Begini Cara Tingkatkan Energi Panas Bumi Jadi Listrik

Menurut dia, selain risikonya yang cukup tinggi, energi selain panas bumi dan energi terbarukan lainnya dalam hal ini energi dari nuklir memiliki dampak yang cukup serius bila suatu waktu mengalami insiden.

”Tidak perlu membangun pembangkit listrik dari energi nuklir karena Jateng merupakan daerah yang memiliki tanah patahan yang rawan gempa sehingga berbahaya. Lebih baik memanfaatkan energi lain, seperti panas bumi dan tenaga surya,” kata Mbah Rono dalam rilisnya kemarin.

Yang jelas, kata dia, energi panas bumi maupun energi terbarukan mesti diberikan ruang sebagai alternatif pengganti energi yang sudah dipakai selama ini. Selain dipikirkan sebagai alternatif, energi panas bumi dan energi terbarukan ini juga mesti ditopang regulasi yang memadai.

 Baca juga: Kejar Target 2025, Pemerintah Tambah 95 Mw Kapasitas Energi Panas Bumi

”Regulasi diperlukan sebagai upaya melindungi dan memaksimalkan pemanfaatan energi tersebut guna kemaslahatan bangsa dan negara ini,” tandas Mbah Rono. Kendati demikian, Surono juga tak menampik adanya potensi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat mengancam apa pun, termasuk keberadaan pembangkit listrik dari energi panas bumi.

”Meskipun dibayang-bayangi adanya ancaman bencana alam, tapi tingkat risikonya tidak seperti kalau kita menggunakan energi nuklir,” katanya. Sementara itu, mantan Menteri ESDM era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, kekayaan sumber daya alam Indonesia termasuk energi terbarukan sangat berlimpah.

 Baca juga: Menanti Pembangkit Listrik dari Panas Bumi

”Itu artinya potensi energi nonfosil yang kita miliki sangat besar untuk dikembangkan ke depannya sebagai energi alternatif,” kata dia. Menurut catatannya, energi terbarukan yang terkandung di negeri ini pemanfaatannya belum maksimal.

Dari tenaga air saja Indonesia memiliki cadangan sebesar 75.670 MW, panas bumi sebesar 27.670 MW, bioenergi 49.810 MW, tenaga surya 207.898 MW, dan tenaga angin 9.290 MW. ”Dari itu semua belum atau masih di bawah 10% pemanfaatannya.

Air baru dimanfaatkan 6,75%, panas bumi 6,5%, bioenergi 3,6%, tenaga surya 1,4%, dan tenaga angin 0,01%. Sangat kecil sekali kalau dilihat dari persentase pemanfaatannya,” ungkapnya.

Menurut dia, keberpihakan negara terkait pengembangan energi terbarukan ini memang diperlukan. Kebijakan energi nasional yang disusun pada 2014 mesti di-update dan disesuaikan guna menopang perkembangan energi terbarukan ini. ”Selain update kebijakan, komitmen kebijakan pemerintah terkait hal ini juga sangat diperlukan,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini