Ekspansi, AirAsia Bidik 4 Sekor Digital Ini

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 320 2078896 ekspansi-airasia-bidik-4-sekor-digital-ini-jNlpec8E5H.jpg Foto: Pesawat AirAsia (Okezone)

KUALA LUMPUR AirAsia Group menyatakan keseriusannya berekspansi bisnis ke berbagai sektor digital. Empat sektor yang disasar meliputi lifestyle, logistik, bigpay, serta sektor finansial (asuransi).

Deputy CEO AirAsia Group Bo Lingam mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari model bisnis yang tepat. Dia menjelaskan, AirAsia Group khususnya berbasis di Malaysia saat ini memiliki layanan financial technology melalui marketplace AirAsia.com, teleport (logistik), big pay, serta lifestyle dan entertaint melalui santan.

“Ini sudah berjalan sendiri-sendiri. Kami tinggal mengintegrasikan dan menyiapkan model bisnis yang tepat,” ujar dia di kantor pusat AirAsia Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin.

Bo Lingam menjelaskan, modal yang dimiliki AirAsia Group saat ini memanfaatkan basis data penumpangnya. AirAsia memiliki data penumpang hingga 500 juta penumpang di seluruh dunia. Hal ini menjadi modal besar mengembangkan lini bisnis yang tidak hanya sektor maskapai saja.

Baca Juga: Tony Fernandes Buka-bukaan Rahasia Tiket Murah AirAsia

“Ke depan, pelanggan kami bisa membooking aktivitasnya. Apakah dia itu mau berselancar di Bali dua pekan ke depan atau menikmati salju di Eropa, dari sisi akomodasi mulai dari perhotelan, logistik, hingga pembayaran, akan kami siapkan. Pelanggan kami hanya membawa diri saja,” katanya.

Belum diketahui berapa investasi yang dikeluarkan AirAsia untuk mengembangkan lini bisnis ini. Namun, sebagai informasi di Indonesia sendiri, aplikasi fintech dan big pay saat ini sedang menunggu proses dari Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga: Tony Fernandes Blakblakan, AirAsia Pernah Nyaris Bangkrut hingga Berhasil Sukses

Head Communication AirAsia Group Audrey Progastama Petriny mengatakan, big pay atau dompet elektronik bisa digunakan untuk sistem pembayaran elektronik berbentuk kartu.

“Di Malaysia ini sudah berjalan, saat ini proses mengintegrasikannya ke berbagai lini usaha, seperti lifestyle dan hiburan seperti apa, begitu juga dengan logistik maupun finansial (asuransi). Jadi, ini transformasi bisnis ke depan yang akan mengubah AirAsia bukan hanya sebagai bisnis maskapai saja,” katanya.

Sedangkan bisnis logistik atau kargo akan dimanfaatkan melalu jasa transportasi dengan dukungan 200 pesawat yang dimiliki AirAsia di seluruh dunia.

Datangkan 15 Pesawat Airbus 320-200

Sementara itu, AirAsia Group berencana mendatangkan total 15 pesawat Airbus 320-200 untuk dioperasikan di Indonesia guna memperbesar pangsa pasar rute domestik dalam tiga tahun ke depan. Sebanyak lima unit pesawat akan didatangkan selama tiga tahun berturut-turut. Pesawat tersebut digunakan untuk menerbangi destinasi domestik baik rute baru maupun yang sudah ada.

“Kami sudah melakukan pembahasan rute-rute domestik mana saja yang akan diluncurkan tahun mendatang,” ungkap Audrey.

Di dalam negeri, AirAsia Indonesia berencana mendatangkan lima unit pesawat Airbus A320-200 hingga akhir tahun ini. Ada pun satu unit sudah berhasil di da tangkan pada awal Juni 2019 guna menunjang layanan bandara pengumpul (hub) baru, yakni Lombok. Dua pesawat, katanya, akan didatangkan bertahap pada September dan dua sisanya hingga akhir 2019.

Saat ini AirAsia telah mengoperasikan 25 unit pesawat Airbus A320-200 termasuk yang baru resmi didatangkan.

Terpisah, pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengatakan, penambahan pesawat AirAsia di dalam negeri menegaskan bahwa maskapai berbiaya hemat ini menjalankan prinsip single-type operations atau hanya mengoperasikan satu jenis pesawat.

“Efisiensinya dapat, sebab hanya satu jenis pesawat dari satu pabrikan Airbus. Jadi, kalau perawatan saya kira bakal lebih efektif karena maskapai ini konsisten mengoperasikan Airbus,” ucapnya. Dia menambahkan, rata-rata utilisasi atau pemanfaatan satu pesawat AirAsia bisa mencapai12 jam per hari.

“Bandingkan dengan maskapai lain di Indonesia yang utilisasinya rata-rata 8-10 jam per hari,” ujarnya.

Sebagai informasi pangsa pasar domestik, AirAsia Indonesia pada kuartal I/2019 mencapai 3,2%. Angka tersebut meningkat perlahan sejak akhir 2017 yang hanya 2,2%. “Terkait dengan (target) market share rute domestik, kami berharap akan semakin meningkat menyusul diluncurkannya rute-rute domestik baru,” kata Audrey.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini