nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah 'Paksa' Badan Usaha Beli Solar di Pertamina

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 21:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 15 320 2079293 pemerintah-paksa-badan-usaha-beli-solar-di-pertamina-vpeCgdxvJP.jpg BBM (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta kepada sejumlah Badan Usaha (BU) untuk membeli solar dari PT Pertamina (Persero). Hal ini bertujuan untuk mengurangi impor migas yang masih menjadi momok neraca perdagangan.

PLT Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, pemerintah menyarankan dengan keras kepada BU untuk membeli solar dari PT Pertamina (Persero). Apalagi jika stok yang dibutuhkan masih tersedia di Pertamina.

 Baca juga: Subsidi Akan Diturunkan, Jonan Minta Pendapat ke Komisi VII soal Harga Solar di 2020

"Kalau Pertamina kelebihan solar bisnis to bisnis (B2B) dengan Pertamina. Selama Pertamina punya (solar) ya beli dari Pertamina, lebih bagus nih," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut Djoko, bukan berarti pemerintah melarang BU untuk impor solar. Hanya saja jika solar yang dibutuhkan tersedia oleh Pertamina maka ketika mengajukan impor akan diarahkan kepada Pertamina.

 Baca juga: Subsidi Solar Diprediksi Jebol, Ini Hitung-hitungannya

Jika nantinya ada ketidakcocokan dalam negosiasi, maka diperbolehkan untuk melakukan impor. Namun tetap haus berdasarkan rekomendasi dari Kementerian ESDM.

"Disarankan keras. Yang teken rekomendasi kan saya, sebelum saya teken suruh negosiasi dulu dengan Pertamina selama barangnya ada, b to b. Sudah," ucapnya.

Sebagai salah satu contohnya, jika solar yang diminta adalah jenis 51 sedangkan Pertamina hanya memiliki jenis yang 48, maka diperbolehkan. Namun jika ada ketidakcocokan harga pemerintah akan tetap memunggu hingfa mencapai kesepakatan.

"Ya kalau nggak sesuai ya dikasih. Ya kan solar 51 sama 48. Kalau yang (mengandung cetane) 48 kan Pertamina kelebihan, kalau 48 beli di Pertamina b to b. Kalau yang (cetane) 51 kan kurang jadi boleh impor," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini