nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subsidi Solar Diprediksi Jebol, Ini Hitung-hitungannya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 17:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 25 320 2070766 subsidi-solar-diprediksi-jebol-ini-hitung-hitungannya-HAfAiMELiS.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk jenis solar akan melebihi kuota yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 14,5 juta kilo liter (kl). Perkiraan tersebut berdasarkan realisasi konsumsi solar hingga April 2019.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Pada tahun 2019 volume BBM subsidi (solar) kemungkinan melebihi 14,5 juta kl seperti yang dianggarkan. Jadi ada risiko di situ," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

 Baca Juga: DPR-Pemerintah Sepakat Naikkan Subsidi Solar

Suahasil menjelaskan, hingga akhir April 2019 konsumsi solar sudah sebesar 5,07 juta kl atau mencapai 35% dari kuota tahun ini. Maka, berdasarkan perkembangan tersebut diasumsikan BBM bersubsidi ini bakal bengkak hingga 15,3 juta kl di akhir tahun.

"Jadi ini akan kami lihat, perhatikan terus apa yang terjadi ke depannya (subisidi membengkak atau tidak)," kata dia.

 Baca Juga: Subsidi Solar Naik Jadi Rp1.500-Rp2.000

Dia menyatakan, perlu ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk bisa mengawasi konsumsi solar agar tepat sasaran. "Itu sangat penting, karena pemerintah daerah itu salah satu yang bisa kendalikan dan awasi konsumsi BBM," tambahnya.

Adapun pada tahun lalu konsumsi solar sebesar 15,35 juta kl, masih di bawah kuota dalam APBN 2018 yang sebesar 15,52 juta kl. Tahun lalu, subsidi yang harus dibayarkan untuk solar tercatat sebesar Rp35,5 triliun, yang juga mencakup kenaikan subisidi tetap solar dari Rp500 per liter jadi Rp2.000 per liter.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini