2021, Naik LRT Bisa dari Terminal Baranangsiang

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 17 320 2080012 2021-naik-lrt-bisa-dari-terminal-baranangsiang-mNalbJAbGB.png Proyek LRT Jabodebek (Foto: Okezone)

BOGOR- Mimpi Bogor memiliki moda transportasi massal light rail transit (LRT) segera terwujud. LRT Jabodebek yang pembangunannya sampai Cibubur, Jakarta Timur, akan dilanjutkan ke Kota Bogor.

Untuk stasiun akhir ditetapkan di Terminal Baranangsiang, Bogor Timur, dan bakal beroperasi pada 2021. Stasiun akhir LRT di Baranangsiang telah disepakati Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Pemkot Bogor.

Baca Juga: LRT Bandung Raya Dikebut untuk Atasi Kemacetan

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, sebelumnya memang ada rencana pembangunan stasiun akhir di kawasan Tanah Baru, namun pembangunan transit oriented development (TOD) di Tanah Baru masuk rencana jangka menengah. Pemerintah sengaja membangun TOD di Baranangsiang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses angkutan umum setelah transit.

”TOD di Baranangsiang berbarengan dengan revitalisasi Terminal Baranangsiang,” ucapnya di Bogor, kemarin.

Baca Juga: LRT Pertama di Indonesia Berhasil Angkut 2 Juta Penumpang dalam 1 Tahun

Dengan penetapan stasiun LRT di Baranangsiang, BPTJ dan Pemkot Bogor juga perlu memikirkan transportasi lanjutan LRT di dalam kota. Sistem jaringan LRT harus disinergikan sehingga Kota Bogor menjadi lebih nyaman.

Menurut Bambang, pembangunan lanjutan jalur LRT ke Bogor harus dilakukan karena pergerakan manusia atau komuter di Jabodetabek mencapai 100 juta pergerakan orang per hari.

”Padahal dua tahun lalu masih 50 juta orang per hari. Jadi, peningkatannya signifikan sekali,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, peninjauan bersama BPTJ untuk memastikan jika LRT jadi dilelang atau dilakukan lanjutan trase kedua dari Cibubur, Cimanggis ke Bogor kemudian dilihat posisi stasiun akhirnya yang pas.

”Kami harus tahu dulu di mana kira-kira stasiun akhirnya. Dengan begitu, kami bisa merencanakan hal lainnya,” katanya.

Karena peninjauan bersama BPTJ terkait seluruh sistem transportasi di Jabodetabek, dia meminta BPTJ memberi masukkan pada pemerintah pusat.

Ada Dirjen Perkeretaapian dan Dirjen Kekayaan Negara agar segera memberikan gambaran secara utuh tentang rencana-rencananya.

”Kami berusaha ikut dan proaktif supaya Kota Bogor tidak ketinggalan melakukan proses perencanaan,” ujar Dedie.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini