Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Turunkan Suku Bunga, BI Pede Modal Asing Masuk ke Indonesia Tetap Deras

Turunkan Suku Bunga, BI <i>Pede</i> Modal Asing Masuk ke Indonesia Tetap Deras
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk dengan deras ke pasar keuangan Indonesia meskipun per Juli 2019 pihaknya memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 0,25% menjadi 5,75%.

Perry mengklaim suku bunga di pasar keuangan Indonesia akan tetap menarik bagi investor global jika merujuk pada selisih suku bunga pasar (differential interest rate) antara Indonesia dan negara maju.

Perry membandingkan suku bunga obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun (US Treasury Yield) yang saat ini sebesar 1,9% hingga 2%, dengan Surat Berharga Negara Indonesia bertenor 10 tahun yang masih berada di kisaran 7%.

 Baca Juga: BI Catat Modal Asing Masuk Capai Rp73,28 Triliun

Dengan selisih bunga atau marjin antara kedua instrumen itu yang masih sebesar lima persen, Perry yakin investor global akan masih melirik pasar keuangan Indonesia.

"Ada spread (selisih) bunga sekitar 5% lebih dan (Indonesia) masih menarik," ujar Perry seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Selain selisih suku bunga dengan AS, menurut Perry, risiko investasi yang terlihat dari risiko gagal bayar (credit default swap/CDS) Indonesia juga kian menurun. Dia menyebut CDS Indonesia untuk pasar keuangan bertenor lima tahun saat ini berada di kisaran 80 poin, atau terus menurun dibanding Maret 2019 yang sebesar 100 poin.

"Premi risiko investasi di Indonesia semakin rendah dengan peningkatan peringkat kredit Standard and Poor's dan lembaga lainnya terhadap Indonesia yang membaik," kata dia.

 Baca Juga: Bos BI Bicara Kerangka Kerja Kebijakan IMF

Sebagai gambaran, aliran modal asing ke Indonesia sejak awal Januari 2019 hingga akhir Juni 2019 mencapai USD9,7 miliar atau sekitar Rp180 triliun.

“Meski begitu, risiko dana keluar masih ada, tapi kami meyakini bahwa investasi portofolio di Indonesia masih menarik dibanding negara lain,” kata Perry.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement