nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemilik Peternakan Ini Nunggak Pajak Rp20 Miliar, Dalihnya Tak Sesuai Kehendak Tuhan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 18:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 19 20 2081076 pemilik-peternakan-ini-nunggak-pajak-rp20-miliar-dalihnya-tak-sesuai-kehendak-tuhan-iC4krD0sKf.jpg Pajak (Shutterstock)

AUSTRALIA – Kakak keradik ini dengan tegas menolak membayar pajak penghasilan karena pajak "melawan kehendak Tuhan" telah diperintahkan untuk membayar lebih dari 2 juta dolar Australia (Rp20 miliar) ke kantor pajak Australia.

Rembertus Cornelis Beerepoot dan Fanny Alida Beerepoot tidak pernah membayar pajak penghasilan sejak 2011.

 Baca juga: Ini Cara Kantor Pajak Australia Kejar Klaim Tax Return Berlebihan

Peternakan milik kakak-beradik asal Tasmania itu kemudian disita dan dijual dewan kota pada 2017 setelah mereka tidak membayar pajak selama tujuh tahun.

 Penunggak pajak

Keduanya kemudian dihadirkan dalam persidangan di Mahkamah Agung Tasmania pada Rabu 17 Juli 2019 waktu setempat, lantaran mereka tidak kunjung membayar pajak dan dakwaan lain pada 2017 senilai Rp12,9 miliar.

 Baca juga: Soal Tax Cuts, Dewan Bisnis Australia: Masyarakat Akan Lebih Banyak Pilihan Investasi

Ketika dihadirkan di persidangan Mahkamah, Fanny Beerepoot berkata: "Kami tidak punya apapun karena kami milik-Nya," ujarnya.

Rembertus Beerepoot berdalih bahwa hukum Tuhan adalah "hukum utama di tanah ini" dan kewajiban membayar pajak melemahkan ketergantungan pada Tuhan, yang berujung "kutukan-kutukan dalam wujud kekeringan dan ketidaksuburan".

"Mengalihkan persekutuan kami dari Tuhan ke pemerintahan Persemakmuran berarti memberontak melawan Tuhan sehingga melanggar hukum Tuhan yang pertama," ujarnya.

Dalam pertimbangannya, Hakim Stephen Holt mengatakan bahwa meskipun dirinya yakin apa yang diimani Beereports tidak dibuat-buat, dia menilai tidak ada referensi khusus dalam Injil untuk menyokong argument mereka.

"Dalam pandangan saya, Injil menyebutkan urusan warga negara dan hukum Tuhan ditangani dalam dua lingkaran yang berbeda," ujar Stephen.

Kakak-beradik itu kemudian diperintahkan membayar jumlah uang yang hampir sama. Fanny diganjar Rp11,4 miliar dan Rembertus diganjar Rp11,3 miliar untuk menutupi pajak penghasilan, denda administrasi, dan bunga pajak serta biaya lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini