Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peluang Ekspor Mobil Masih Besar, RI Bisa Kalahkan Thailand?

Koran SINDO , Jurnalis-Jum'at, 19 Juli 2019 |10:19 WIB
Peluang Ekspor Mobil Masih Besar, RI Bisa Kalahkan Thailand?
Ilustrasi: Foto Okezone
A
A
A

Pada acara pameran tahunan itu berbagai mobil produksi Indonesia yang telah diekspor ke banyak negara di dunia ditampilkan. Sebut saja Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza, Toyota Kijang Innova, Suzuki, dan sejumlah merek lainnya. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengapresiasi target Gaikindo untuk mengekspor 1 juta unit mobil pada 2025.

Menurutnya, dalam rangka menggenjot ekspor, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya, termasuk kerja sama free trade area (FTA) atau perdagangan bebas dengan Australia.

“Kalau saya lihat target ekspor 300.000 unit justru masih terasa kurang karena hanya naik 10% dari capaian 2018. Kami targetkan, kalau prinsipal para agen pemegang merek (APM) mendukung, angka 350.000 unit itu gampang karena kapasitas sudah ada,” tegas Airlangga.

Mengenai FTA, Airlangga menyebutkan, ada kriteria kendaraan listrik harus memiliki kandungan lokal 40% dan hal itu sangat mudah dicapai. “Kita mengharapkan dalam pameran ini ada launching roadmap 1 juta unit mobil di tahun 2025,” kata Airlangga.

Masih Ketinggalan

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, saat ini ekspor kendaraan dari Indonesia masih ketinggalan bila dibandingkan dengan Thailand kendati pemerintah sudah melakukan berbagai upaya kerjasama untuk meningkatkannya. Menurut JK, pemerintah akan terus mendukung rencana Gaikindo untuk meningkatkan ekspor.

Termasuk di antaranya dengan penambahan infrastruktur pendukung ekspor seperti membuka pelabuhan baru Patimban di Subang, Jawa Barat. Sekadar informasi, ekspor kendaraan Thailand pada 2018 mencapai angka 1,14 juta unit. Adapun produksinya mencapai 2,16 juta dengan penjualan domestik sebanyak 1,03 juta unit.

JK melanjutkan, proyek pelabuhan Patimban ditargetkan rampung pada 2020. Pemerintah berharap beroperasinya Pelabuhan Patimban dapat meng efisienkan biaya ekspor produk Indonesia keluar negeri, salah satunya produk automotif.

Pelabuhan ini juga diharapkan mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan serta menjamin keselamatan pelayaran, termasuk area eksplorasi migas. Saat ini pembangunan Pelabuhan Patimban dilaksanakan dalam tiga tahap.

Tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3,5 juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU). Lalu tahap kedua , kapasitas pelayanan akan di tingkatkan menjadi 5,5 juta TEUS. Terakhir pada tahap ketiga , kapasitas akan dimaksimalkan hingga 7.5 juta TEUS.

“Pemerintah mendukung dengan infrastruktur yang berkembang, baik sistemnya maupun logistik. Semua ini suatu sindikasi di mana kita harus saling mendukung baik swasta maupun pemerintah. Karena itulah pameran GIIAS ini akan jadi indikasi kemajuan-kemajuan yang dicapai industri automotif,” jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement