Sementara itu Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listyanto menilai, target ekspor mobil CBU yang diinginkan pemerintah sebanyak 350.000 unit cukup realistis. Meski begitu dia menilai industri harus mendapat dukungan dari sisi infrastruktur.
“Kalau dilihat dari kesiapan industri automotif captive market- nya sudah besar, bahkan menjadi andalan di tengah perang dagang dan lesunya penjualan kendaraan di dalam negeri bila dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Untuk itu perlu kesiapan infrastruktur penghubung supaya ekspor dapat terus didorong,” ujar dia.
Menurut Eko, kesiapan infrastruktur pelabuhan menjadi prasyarat utama meningkatkan ekspor mobil. Tanpa adanya dukungan infrastruktur, targettarget penjualan ke luar negeri sulit tercapai. Sebab itu pihaknya mendorong Kementerian Perhubungan segera menyelesaikan Pelabuhan Patimban.
“Prasyarat infrastruktur jelas dibutuhkan oleh industri automotif, sementara instrumen Kementerian Perindustrian hanya bisa menyiapkan dari sisi industrinya. Sebab itu perlu dukungan dari kementerian lain,” sebutnya.
Produsen Siap
Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menilai situasi ekspor tidak lepas dari kondisi ekonomi negara lain. Dia mencontohkan, untuk pasar di kawasan di Timur Tengah, produsen harus membuat produk yang kom petitif.
Dia menambahkan, di samping itu perlu dipikirkan juga peluang ekspor mobil listrik (EV). Untuk itu, harus ada penguatan struktur industrinya termasuk di sektor hulu. “Indonesia memiliki sumber daya alam yang bagus. Kita harus jadi salah satu bagian dari rantai pasok global di dunia," paparnya.
Produsen lainnya yakni Mitsubishi Motors, menyatakan akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan dari mobil Mitsubishi Xpander yang dibuat di pabrik Mitsubishi Motors di Bekasi, Jawa Barat.
Chairman Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Osamu Masuko menyampaikan, Xpander telah diterima dengan baik bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di banyak negara sejak memulai ekspornya pada April 2018.
Menurutnya, Xpander berhasil mendongkrak MMC ke posisi tiga dalam volume ekspor dari Indonesia di tahun fiskal 2018 dengan total 42.000 unit. Saat ini Xpander telah diekspor ke 12 negara, dan rencananya akan diperluas menjadi lebih dari 20 negara dalam waktu dekat.
“Dengan sukses yang luar biasa ini, kami akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan di pabrik MMKI (Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia), dari 160.000 unit menjadi 220.000 unit per tahun pada tahun fiskal 2020,” kata Osamu.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.