nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buka IDF 2019, Wapres JK: Pemerintah Cari Ide Perencanaan dari Generasi Masa Depan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 11:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 22 320 2081923 buka-idf-2019-wapres-jk-pemerintah-cari-ide-perencanaan-dari-generasi-masa-depan-GYkwbYxvyc.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka acara Indonesia Development Forum (IDF) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. Dalam acara tersebut JK didampingi oleh Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Dalam sambutannnya, JK menyambut baik penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, perencanaan ini bisa menjadi wadah untuk lahirnya ide-ide kreatif untuk arah pembangunan negara di masa depan.

“Dalam kondisi ini selama ini pemerintah sendiri yang melakukan perencanaan. Sekarang kita mengedepankan ide-ide dari masyarakat dan generasi masa depan untuk menentukan apa yang terbaik untuk masa depan,” ujarnya dalam acara pembukaan IDF 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019).

 Baca Juga: Cegah Stunting, Kebut Investasi Pembangunan SDM

Sebab dalam acara ini, tidak hanya pemerintah saja yang memberikan gagasannya untuk perencanaan negara di masa depan. Melainkan juga para generasi muda bisa ikut mencurahkan ide-ide kreatifnya kepada pemerintah.

“Pemerintah ingin mendengar ide ide apa yang bisa dikerjakan hari ini dan juga baik untuk masa depan. Selalu kita lakukan pembangunan berkelanjutan. Apa yang dilakukan saat ini untuk apa yang dibutuhkan dalam masa depan,” kata JK

Menurut JK, berbicara perencanaan adalah berbicara mengenai teknologi. Apalagi saat ini, seluruh industri sudah mulai bergerak menuju digital dan bergerak sangat cepat sekali.

“Kalau kita bicara perencanaan pasti berbicara masa depan karena masa lalu adalah pengalaman. Ke depan adalah yang terbaik untuk kita semua. Jadi apabila berbicara perencanaan berarti kita berbicara teknologi masa depan,” katanya.

 Baca Juga: Pemerataan Ekonomi Tak Lagi Hanya Efek Samping Pembangunan

JK berharap apa yang sudah direncanakan pada saat ini harus diikuti dengan pengimplementasian juga. Sebab menurutnya, tanpa suatu tindakan yang baik, perencanaan untuk masa depan hanya sebatas wacana semata.

“Saya harapkan pertemuan ini bisa menghasilkan ide ide dan inovasi baru dan juga tindakan dan pelaksanaan yang baik. Itulah inti perencanaan bagi negara,” kata JK.

Sebagai informasi, event IDF 2019 ini meruapakan kerjasama antara Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI). Forum yang berlangsung selama dua hari ini menjadi wadah bagi praktisi pembangunan di sektor publik, swasta, dan nirlaba untuk bertemu, bertukar gagasan, dan mencari solusi guna atasi tantangan pembangunan Indonesia.

Tahun ini, IDF 2019 mengangkat tema “Mission Possible: Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif” dan menghadirkan lebih dari 250 pembicara nasional dan internasional dengan latar belakang industri dan sektor yang beragam.

Tema tahun ini sejalan dengan salah satu agenda prioritas Pemerintah Indonesia untuk beberapa tahun ke depan, yaitu pembangunan sumber daya manusia yang kompetitif dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas melalui transformasi struktural dan perbaikan iklim investasi.

Tema ini dipilih mengingat Indonesia akan segera memasuki masa puncak bonus demografi, dengan proyeksi jumlah penduduk usia produktif mencapai hingga 68% atau setara dengan 200 juta orang. Agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara, perlu disiapkan strategi dan perencanaan matang dalam meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang pesat.

Ada delapan sub tema IDF 2019 yang akan menjadi pokok bahasan pada forum tahun ini yakni mempercepat transformasi struktural, lalu ada reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi (TVET) untuk pekerjaan masa depan.

Kemudian menciptakan peluang kerja yang inklusif. Lalu ada memperbaiki Iklim Investasi untuk penciptaan lapangan kerja. Mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah yang berdaya saing global, kemudian membina para pelaku usaha sosial.

Kemudian mengembangkan talenta dan pasar lokal. Dan terakhir meningkatkan kualitas modal manusia.

IDF 2019 menggunakan pendekatan 4I, yaitu Inspire, Imagine, Innovate, dan Initiate, di mana semua partisipan dapat berperan aktif dalam menyampaikan masukannya terkait ide pekerjaan masa depan kepada Kementerian PPN/Bappenas.

Untuk menjaring ide dan gagasan dari berbagai lapisan masyarakat, sejak awal tahun, Kementerian PPN/Bappenas menggelar serangkaian Road to IDF di berbagai kota di Indonesia, antara lain di Batam, Semarang, Sorong, Kupang, dan Jakarta. Untuk pertama kalinya, IDF 2019 juga akan menghadirkan provinsi percontohan untuk berbagi mengenai praktik-praktik terbaik pembangunan di daerah tersebut.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipilih untuk mengisi sesi khusus ini karena dinilai berhasil dalam menduduki posisi kedua terendah dalam Tingkat Pengangguran Terbuka secara nasional selama dua tahun berturut-turut, yakni 2017 dan 2018

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini