Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bea Cukai dan Karantina Ikan Kerjasama Tingkatkan Ekspor Produk Perikanan

Bea Cukai dan Karantina Ikan Kerjasama Tingkatkan Ekspor Produk Perikanan
Foto: Dirjen Bea Cukai
A
A
A

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, didampingi Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi, dan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina, mengunjungi Dermaga Jakarta International Container Terminal, pada Jumat 19 Juli 2019. Mereka secara simbolis melakukan pemuatan peti kemas dalam rangka ekspor raya hasil perikanan serentak di lima pelabuhan utama.

Kelima pelabuhan tersebut adalah Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak, Tanjung Mas, dan Soekarno Hatta. Ada 394 peti kemas produk perikanan dengan total 8.938,76 ton senilai Rp588.792.536.000 yang akan dikirim ke 21 negara tujuan di benua Amerika, Eropa, Asia, dan Australia.

Dalam sambutan yang tersambung melalui conference video ke empat lokasi lainnya, Menteri Susi menyebut tumbuhnya usaha perikanan di Indonesia merupakan dampak positif dari upaya pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang digalakkan pemerintah beberapa tahun belakangan. Tercatat, sejak 2014, KKP telah menenggelamkan 516 kapal pencuri ikan. Bahkan, di Semester I tahun 2019 saja, KKP telah berhasil menangkap 67 kapal pencuri ikan.

“Pemberantasan IUU Fishing inilah yang telah memberikan dampak positif terhadap stok ikan nasional. Berdasarkan hasil kajian Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan (Kajiskan), Maximum Sustainable Yield (MSY) perikanan Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan yaitu dari 7,3 juta ton di tahun 2015 menjadi 12,54 juta ton pada tahun 2017, atau meningkat sebesar 71,78 persen,” ujarnya.

Menteri Susi juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah dilakukan antara Bea Cukai dan BKIPM dalam rangka pelayanan dan pengawasan ekspor produk perikanan yang makin cepat sehingga berpengaruh pada penurunan biaya logistik dan peningkatan nilai tukar nelayan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement