Startup Jadi Magnet Tarik Investasi Asing

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 23 320 2082436 startup-jadi-magnet-tarik-investasi-asing-rDGKPFqWOX.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Peran industri rintisan karya anak bangsa seperti Gojek sangat besar dalam memimpin transformasi revolusi industri 4.0. Lewat perusahaan rintisan yang digagas anak bangsa tersebut, nilai lebih ekonomi maupun aliran investasi semakin besar buat masyarakat Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan menjamurnya startup di Indonesia dinilai membawa dampak positif bagi perekonomian. Apalagi, apabila rintisan itu berkembang pesat dan menjadi unicorn ataupun decacorn, seperti Gojek.

 Baca Juga: Buka Lapangan Kerja, Generasi Milenial Antusias Dirikan Startup

Dia mengatakan keberadaan perusahaan sekelas Gojek yang lahir dari Indonesia, semakin penting dalam perekonomian. Bahkan, kehadiran mereka selama ini mampu menarik aliran modal asing ke RI.

"Market value yang besar pasti akan mengundang modal masuk dan kita harapkan juga kalau makin besar, dia menjadi pelaku yang semakin global," ujar Bambang di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Bambang menampik jika investasi asing yang masuk ke unicorn akan merugikan Indonesia. Pasalnya, investasi yang masuk dikategorikan sebagai foreign direct investment (FDI). Dia menyebut, dividen yang nantinya dihasilkan juga tidak akan lebih besar dari FDI yang masuk.

"Tapi kan, jauh lebih besar inflow-nya daripada dividen outflow-nya. Dan kita juga melihat kalau unicorn ini berkembang, sebagian dividen dipakai untuk investment lagi," ucap dia.

 Baca Juga: Soal Investasi Asing ke StartUp, Kepala BKPM: Sejauh Ini Dampaknya Positif

Dia berharap unicorn dapat berperan lebih besar lagi dalam mendorong Indonesia menuju era transformasi digital dan Revolusi Industri 4.0. Pasalnya, unicorn memiliki ciri khas yang lekat dengan penggunaan teknologi.

"Kita fokus antisipasi dari ekonomi digital dari Revolusi Industri 4.0, di mana, unicorn kita harapkan menjadi salah satu pelaku yang membawa transformasi itu sendiri," ujar Bambang.

Lebih jauh, pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengapresiasi kiprah Gojek, yang juga menandai perkembangan baru bagi industri kreatif. Menurutnya, Gojek merupakan salah satu usaha rintisan yang memberikan nilai social solutions.

“Untuk mendukung kehadiran usaha rintisan tersebut, pemerintah selalu berupaya agar tak menghalangi unit bisnis kreatif milik anak bangsa yang dalam perkembangan untuk tidak membebaninya aturan yang tidak relevan,” ucap Triawan.

Untuk menyingkirkan halangan yang memberatkan usaha rintisan karya anak bangsa seperti Gojek itu, Triawan mengaku pemerintah kerapkali diharuskan mengkoordinasikan kebijakan antar lembaga. “Terkadang bahkan memerklukan pertimbangan dan keputusan dari presiden apabila ditemukan kendala birokrasi maupun aturan yang lebih banyak merugikan atau yang relevansinya sudah kadaluarsa,” tegas Triawan.

CEO Alvara Research Hasanuddin Ali membenarkan bahwa aplikasi digital karya anak bangsa seperti Gojek dan Traveloka, ternyata mampu jadi acuan memenangkan persaingan dengan aplikasi sejenis milik asing. Bahkan, di kalangan generasi milenial, Gojek mampu mengungguli Grab yang merupakan aplikasi asing dengan sokongan modal jumbo Softbank.

“Generasi milenial lebih memilih Gojek, dan lebih merekomendasikan aplikasi tersebut dibandingkan Grab,” ujar Hasanuddin.

Dia mengatakan walau Grab lebih dikenal dengan promo jor joran, generasi milenial masih lebih banyak memilih Gojek karena kualitas layanan. Selain itu, tambah Hasanuddin, terdapat benefit emosional yang jadi keputusan generasi tersebut menggunakan produk.

“Seperti misal, sentimen terkait produk anak bangsa. Itu berbau emosional, tapi yang jelas sejauh ini Gojek unggul karena layanan,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini