JAKARTA - Hati-hati menerima tawaran pinjaman uang cepat dan mudah di Australia. Bisa-bisa mengalami hal seperti Sharon Alice yang kini terlilit utang yang jauh lebih besar dari jumlah pinjamannya.
Warga aborijin ini mendapat promo dari sebuah perusahaan peminjam uang bernama Cigno, beberapa hari sebelum Natal tahun lalu.
"Saya ingin menyiapkan makanan untuk merayakan Natal, jadi saya mengajukan pinjaman," kata Alice. "Jumlahnya 175 dolar (Rp1,7 juta)."
Baca Juga: 140 Pinjaman Online Ilegal Ditutup
Alice merupakan penerima tunjangan pemerintah bernama Newstart Allowance, dan uang pinjaman ini akan membantunya merayakan Natal bersama keluarga.
Acara Natal memang berlangsung sukses, katanya, tapi Alice tak sadar bahwa uang pinjaman itu memiliki biaya tambahan yang sangat fantastis.
Dalam seminggu, menurut tagihan dari Cigno yang dilihat ABC, utang Alice telah menjadi 336,95 dolar, hampir dua kali lipat.
Satu minggu kemudian, jumlahnya terus meningkat menjadi 421,90 dolar.
Tiga setengah minggu setelah Alice menerima pinjaman itu, barulah dia melakukan pembayaran pertama.
Namun saat itu, jumlah utangnya sudah membengkak jadi 427,85 dolar (sekitar Rp4,2 juta).
Baca Juga: Pinjaman Online Meningkat 100,72%, Nilainya Capai Rp41 Triliun
Cigno mengenakan berbagai macam dalih sebagai biaya yang dibebankan ke Alice. Mulai dari "biaya setoran pada hari yang sama", "biaya pasokan keuangan", "biaya pemberi pinjaman", "biaya tidak jujur", "biaya surat tidak jujur", dan tiga biaya lainnya dengan judul "biaya pemeliharaan akun".
Alice melakukan pembayaran pertama sebesar 94 dolar, yaitu lebih dari separuh jumlah uang yang dia pinjam. Namun pembayaran itu, nyaris tak mengurangi jumlah keseluruhan tagihannya dari perusahaan yang berbasis di Gold Coast itu.
"Saya kaget sekali," kata Alice mengenai besarnya jumlah utang yang dia miliki.