nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Video Memilukan Seekor Lumba-Lumba yang Terjerat Sampah Plastik

Rani Hardjanti, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 06:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 24 320 2083201 video-memilukan-seekor-lumba-lumba-yang-terjerat-sampah-plastik-o29tPVikN9.jpg Foto: Menumpuknya Sampah Plastik di Pantai

JAKARTA - Sampah plastik terbukti telah merugikan banyak pihak. Tidak hanya manusia, tetapi hewan di laut pun ikut terimbas.

Hal ini yang menjadi sorotan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dalam sebuah postingan di-Twitter, Menteri Susi meretweet sebuah video yang diposting oleh Ocean diversity. Dalam video berdurasi 37 detik tersebut menyita banyak perhatian Twitterland.

Baca Juga: Menteri Susi Ingin Laut Punya Hak seperti Manusia

Seperti dikutip Okezone, Kamis (25/7/2019), video itu mengisahkan seekor lumba-lumba yang tengah melintas, namun ada sebuah plastik. Sayangnya plastik itu tersangkut di mulut dan bagian depan badan hewan mamalia tersebut.

 

Lumba-lumba itu telihat berusaha melepaskan diri. Ia bergerak-gerak dan terus berputar dengan kecepatan yang lama-lama semakin agresif.

Baca Juga: Menteri Susi Ultimatum Industri Plastik Tanah Air

Dalam postingan Ocean Diversity Video itu setidaknya telah ditonton oleh 809.000 orang. "This is heat touching video. Don't pollute the ocean. It's dangerous for aquatic life. Please more & more aware to people," demikian postingannya. Tidak dijelaskan akhir dari perjuangan si Lumba-Lumba malang tersebut, apakah berhasil lolos dari sampah plastik.

Menteri Susi pun mengomentari postingan tersebut dengan emoticon menangis.

Video tersebut juga dibanjiri komentar.

*n*ry*@*rief*n*ry* : Did the diver/videographer do anything to help her?

L**S P*Ñ*R*ND* @L**F*R1969: Let's Stop Contaminating, Please!...

T*t**_M*ri** @Mari41Titii : This is just too sad to watch

Dikutip secara terpisah, berdasarkan data United Nations Commodity Trade Statistic Database 7 Negara Pengekspor Sampah Plastik Terbesar di Dunia adalah :

1. Jepang 926.000 ton

2. Amerika Serikat 800.400 ton

3. Jerman 701.000 ton

4. Belgia 415.800 ton

5. Prancis 404.000 ton

6. Inggris 313.100 ton

7. Meksiko 309.000 ton

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini