nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Bersih Bank Danamon Rp1,8 Triliun, Turun 10% di Semester I-2019

Kamis 25 Juli 2019 11:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 25 278 2083373 laba-bersih-bank-danamon-rp1-8-triliun-turun-10-di-semester-i-2019-cVhGHZPHmC.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Besarnya biaya dana atau cost of fund dituding menjadi penyebab terkroeksinya laba bersih PT Bank Danamon Tbk (BDMN) sepanjang semester pertama tahun ini.

”Laba bersih yang tergerus karena tingginya biaya dana (cost of fund) perusahaan yang mengalami kenaikan sebesar 1% atau 100 bps sejak tahun lalu,” kata Direktur Keuangan Danamon Satinder Ahluwaliya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

 Baca Juga: Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun, Danamon Tawarkan Kupon Hingga 9%

Sebagai informasi, dalam laporan kinerja keuangannya disebutkan, laba bersih perseroan di paruh pertama turun 10% secara year on year menjadi Rp1,81 triliun dari Rp2,01 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Tingginya tingkat suku bunga di tahun lalu membuat perusahaan akhirnya memutuskan untuk menjaga level biaya dana lebih tinggi untuk menjaga dana pihak ketiga (DPK) di tengah ketatnya likuditas di pasar.

Diperkirakan hingga akhir tahun bank akan menurunkan cost of fund sebesar 25bps sehingga diharapkan profit pada kuartal kedua dan ketiga di tahun ini tak akan mengalami penurunan daru tahun lalu.

 Baca Juga: Bank Danamon Tebar Dividen Rp143,22 per Saham

Adapun pada periode ini pendapatan bunga bersih perusahaan (net interest income) juga mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp7,09 triliun dari periode akhir Juni 2018 yang sebesar Rp7,21 triliun.

Hingga akhir Juni 2019 total kredit yang berhasil disalurkan perusahaan mencapai Rp148 triliun, naik 11% secara year on year. Penyaluran kredit ini disumbang dari kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 28% menjadi Rp8,8 triliun, kredit perbankan korporasi, perbankan komersial dan institusi keuangan naik 15% menjaid Rp44,3 triliun. Segmen UKM juga mengalami peningkatan sebesar 15% menjadi Rp35 triliun.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Tercatat kredit bermasalah (non perfprming loan/NPL) Danamon di akhir Juni 2019 mencapai 3,2% turun dari 3,3% secara year on year. Pasca merger dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk, perseroan mulai fokus memperluas bisnisnya. Dimana Bank Danamon berpotensi menampung beberapa portofolio tambahan dari BNP yakni perluasan nasabah segmen korporasi.

Menurut Satinder, bank Danamon mampu meraih tambahan kredit dari segmen korporasi BNP sekitar Rp5 triliun-Rp10 triliun. "Di bawah MUFG akan lebih bagus, ditambah sinergi korporasi dari perusahaan Jepang dan global. Dan kelihatannya tahun ini cukup besar," ujarnya.

Meski begitu, Danamon memilih untuk menggarap potensi supply chain financing dari nasabah korporasi. Terutama untuk meningkatkan pertumbuhan dari segmen usaha kecil menengah (UKM) dan konsumer.

"Bukan berbentuk proyek, tapi kredit modal kerja, kredit jangka menengah (midterm loan) dan supply chain. Untuk longterm kami tidak masuk ke situ," imbuhnya.

1
2

Berita Terkait

Bank Danamon

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini